trubus.id
Pemadaman Listrik Mendadak dan Potensi Kerugian Pada Infrastruktur IT

Pemadaman Listrik Mendadak dan Potensi Kerugian Pada Infrastruktur IT

Hernawan Nugroho - Senin, 05 Agu 2019 14:30 WIB

Trubus.id -- Sumber daya listrik yang belum stabil adalah masalah yang masih menghantui masyarakat. Hal itu penyebab pemadaman yang mendadak di waktu-waktu tertentu. Seringnya pemadaman listrik yang mendadak tersebut bisa berakibat buruk pada infrastruktur yang ada, seperti dikatakan Teguh Cahyono, pengajar Jurusan Teknik Informatika Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah pada BeritaUnsoed.

Bentuk kerugian pertama yang menimpa infrastruktur IT dari pemadaman listrik yang mendadak adalah munculnya kerusakan aset. Beberapa komponen IT yang bisa terkena dampak kerusakan ini antara lain motherboard, monitor, prosesor hingga perangkat server. Sebagai komponen yang menghubungkan seluruh komponen penyusun pada sebuah, motherboard tentunya akan sangat terpengaruh jika listrik mendadak padam.

Untuk server sendiri, komponen ini juga akan mengalami gangguan kinerja jika terjadi pemadaman mendadak. Komponen yang berfungsi menyimpan informasi dan mengelola suatu jaringan komputer ini memang membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan optimal, karena dituntut standby selama 24 jam nonstop.

Baca lainnya : PLN: Hari Ini Masih Ada Pemadaman Listrik

Karena itulah, server membutuhkan pasokan listrik secara optimal dan terus menerus. Jika listrik padam mendakdak maka  sistem jaringan di kantor akan mati dan local area network (LAN) akan langsung tak berfungsi. Dampak kerusakan aset itu adalah pengeluaran budget lebih untuk pemeliharaan dan pembelian perangkat baru.

Selanjutnya adalah kerugian bisnis akibat pemadaman listrik yang mendadak. Dapat dibayangkan, misalnya, hilangnya waktu untuk mengerjakan sebuah proyek. Efek negatif berikutnya terjadi bisnis yang tidak berjalan sesuai rencana. Belum lagi bila keadaan ini lantas menyebabkan kehilangan data yang sedang dikerjakan, maka tentu saja hal tersebut akan makin memperparah tingkat kerugian.

Server harus memiliki sumber daya cadangan untuk mencegah kerusakan data di dalamnya. (Foto: DataloggerIndonesia)

Lalu bagaimana solusi untuk menghindari kerugian akibat pemadaman listrik yang mendadak ini? Alat yang bisa membuat pasokan listrik tetap tersedia untuk perangkat tersebut adalah UPS (Uninterruptible Power Supply). UPS sendiri memang memiliki fungsi untuk menyediakan daya listrik cadangan layaknya baterai dan memperbaiki kualitas listrik bagi infrastruktur TI.

Maka karena perangkat ini mampu menyimpan daya listrik, beberapa komponen yang rawan rusak seperti motherboard, server, storage dan network akan bisa terselamatkan. UPS sendiri ada beberapa jenis antara lain Offline UPS, Line-interactive UPS, dan True-online double conversion.

Baca lainnya: Listrik Byar Pet, Pelayanan Kesehatan di Papua Tidak Maksimal

Perbedaan dari ketiga UPS itu adalah terletak pada komponen untuk memperbaiki kualitas listrik dan besaran waktu perpindahan dari sumber listrik utama ke sumber listrik UPS, yaitu baterai. Contoh kasus bila terjadi pemadaman listrik secara mendadak, maka beban yang akan di-back-up oleh UPS adalah beban yang tergolong kritikal.

Lalu harus Memilih yang Mana? Jika menginginkan perpindahan daya yang cepat tanpa membuat perangkat mati terlebih dahulu maka Teguh menyarankan penggunaan on-line Double Conversion UPS, yang memiliki waktu perpindahan mencapai nol detik.

Jenis UPS tersebut memang memiliki keunggulan yang secara otomatis langsung memasok energi cadangan yang dimilikinya pada sebuah perangkat yang terputus aliran listrik dari PLN. Jangka waktu (running time) pasokan listrik dari UPS ini sendiri dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020