trubus.id
Cerdik, Kelelawar Gunakan Daun sebagai Reflektor untuk Temukan Mangsa yang Tersamar

Cerdik, Kelelawar Gunakan Daun sebagai Reflektor untuk Temukan Mangsa yang Tersamar

Syahroni - Minggu, 04 Agu 2019 10:30 WIB

Trubus.id -- Cara kelelawar menggunakan suara untuk menemukan mangsanya ternyata lebih pintar dari yang peneliti sangka. Dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan dalam Current Biology, ternyata kelelawar berhidung daun bahkan dapat menemukan serangga yang menyembunyikan diri dari ekolokasi.

Dalam apa yang dikenal sebagai kamuflase akustik, serangga yang duduk tak bergerak di atas daun dapat dilindungi karena gema dari teriakan kelelawar memantul dari daun pada sudut yang sama dengan serangga, secara efektif menutupi kehadiran serangga. Tapi itu hanya terjadi jika gelombang suara mengenai daun mati.

Tapi jika kelelawar mendekati daun dari sudut miring, cara bunyi seperti cermin memantulkan serangga ke pemangsa yang lapar ini. Dan kelelawar telah menemukan hal ini.

Baca Lainnya : Mirip Kita, Kelelawar Ucapkan Terimakasih Setelah Diselamatkan

Ini adalah penemuan yang mengubah pemahaman kita tentang bagaimana kelelawar menggunakan ekolokasi - juga interaksi antara predator dan mangsa. Dan itu bisa mengarahkan kita untuk menemukan cara lain di mana kelelawar memberi kompensasi atas kerugian ekolokasi.

"Selama bertahun-tahun," kata ahli ekologi Inga Geipel dari Smithsonian Tropical Research Institute dilansir dari Sciencealert. "Dianggap mustahil bagi kelelawar inderawi untuk menemukan mangsa yang diam dan tidak bergerak yang sedang beristirahat di atas daun hanya dengan ekolokasi saja." terangnya lagi.

Keahlian ekolokasi kelelawar yang luar biasa itu legendaris. Alih-alih menggunakan penglihatan untuk berburu, seperti yang dilakukan oleh banyak predator malam hari, mereka membuat tangisan dan celetuk yang memantul dari lingkungan sekitar mereka saat mereka terbang. Ini menciptakan peta tiga dimensi yang digunakan kelelawar untuk berburu dan bernavigasi - prinsip yang sama digunakan untuk teknologi manusia seperti radar dan LIDAR, menggunakan radiasi elektromagnetik alih-alih suara.

Daun rata memantulkan gelombang suara dengan cukup kuat, sehingga serangga yang duduk tak bergerak di daun itu akan disamarkan oleh gelombang pantulan itu ketika didekati dari sudut manapun kurang dari 30 derajat.

Untuk mengetahui bagaimana kelelawar masih bisa menemukan serangga, Geipel dan rekan-rekannya mengumpulkan profil ekolokasi 3D hemispherical penuh dari daun dengan dan tanpa mangsa yang beristirahat. Mereka memantulkan suara dari daun dari 541 posisi di sekitarnya di belahan bumi, selama lima frekuensi berbeda mewakili panggilan kelelawar.

Baca Lainnya : Penasaran Kenapa Kelelawar Tidur Terbalik?

Dari sini, mereka menemukan bahwa, pada sudut yang lebih besar dari 30 derajat, suara memantul dari daun pada sudut yang sama dengan yang ia kena. Ini disebut refleksi specular, dan ini adalah properti cermin yang dikenal - itu sebabnya, ketika Anda berada pada sudut yang cukup tinggi, Anda tidak melihat diri Anda sendiri.

Kemudian mereka menempatkan empat kelelawar bertelinga besar yang tertangkap liar (Micronycteris microtis) di dalam kandang dengan beberapa daun palsu, seekor capung yang tidak bergerak dan banyak kamera. Benar saja, kelelawar hampir selalu mendekati mangsa pada daun dari sudut miring - sudut di mana serangga akan terdeteksi.

Itu solusi yang cerdik. Dan itu mengisyaratkan bahwa kelelawar mungkin masih memiliki beberapa trik di lengan kecil mereka.

"Mungkin ada cara lain di mana kelelawar mengatasi keterbatasan sonar," kata psikolog Dieter Vanderelst dari University of Cincinnati kepada Smithsonian Magazine. "Kita mungkin akhirnya menemukan perilaku lain pada kelelawar yang berurusan dengan kekurangan ini." terangnya lagi. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020