trubus.id
PPSDS: Cegah Fluktuasi Harga, Kebutuhan Daging Sapi di Jatim Harus Dipetakan Lagi

PPSDS: Cegah Fluktuasi Harga, Kebutuhan Daging Sapi di Jatim Harus Dipetakan Lagi

Syahroni - Jumat, 02 Agu 2019 23:00 WIB

Trubus.id -- Jelang momen-momen penting seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, harga komoditas daging sapi di Jawa Timur kerap mengalami lonjakan yang tidak terkendali. Untuk itu, Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur meminta pemerintah agar segera melakukan pemetaan ulang terkait kebutuhan konsumsi daging bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur agar kondisi serupa tidak terus terulang.  

Ketua Umum PPSDS, Muthowif mengatakan, fluktuasi harga di momen-momen seperti itu menjadi bukti kegagalan Pemprov Jatim dalam menciptakan pasar atau menstabilkan suplay daging untuk didistribusikan.

"Faktanya, setiap kali ada event (momen) entah itu hari raya Idul Adha atau Idul Fitri, harga selalu naik. Artinya, ini ada kegagalan Pemprov Jatim dalam menciptakan pasar, atau memang suplaynya kurang, sehingga selalu terjadi gejolak," ujar Muthowif kepada wartawan di Hotel Sahid Surabaya, Kamis (1/8/2019).

Selain itu, Muthowif juga mempertanyakan ketidaksesuaian data yang dimiliki Pemprov Jatim dengan fakta di lapangan terkait kebutuhan daging sapi. Ia mencontohkan, harga sapi saat ini ada di tingkat Rp60 ribu per kilogram. Itu  artinya jika di konversi menjadi daging, harga tersebut bisa melambung tinggi hingga Rp105 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram.

"Artinya ketika Jatim mengatakan surplus ini harus dikaji ulang," tuturnya lagi.

Di tengah memberi paparan dalam seminar Ketahanan Pangan Jawa Timur, dengan tajuk “Stabilisasi Harga Daging Sapi Di Pasar Tradisional Dan Pasar Modern Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Pemerintah Mensejahterakan Masyarakat”, Muthowif  membeberkan bukti yang ditemukannya. Saat ini, kata Muthowif, PPSDS Jatim diberi izin untuk memasok sapi dari luar Jatim yang selama ini tidak boleh dilakukan oleh pemerintah Jatim.

"Bukti yang kita punya adalah bahwa kita diperbolehkan mengambil sapi dari NTT - NTB  yang selama ini tidak boleh. Ini yang menjadi persoalan. kita bawa bukti, bawa rekom, bahwa PPSDS ikut dalam membeli sapi dari luar Jatim. ini bukti bahwa Jatim kekurangan sapi," ujarnya.

Terkait dengan impor daging, Muthowif mengaku sangat flexibel dengan hal tersebut. Menurutnya jika tidak ada daging impor pada saat hari besar keagamaan dipastikan harga daging di Jatim melambung tinggi.

"Pemahaman kita flexible terkait dengan impor daging. Karena, seperti Idul Fitri kemarin, jika tidak dimasuki daging impor, saya pastikan daging di Jatim sampai 130 ribu perkilogram. Makanya momentum tertentu dibuka keran ini (Impor)," tuturnya.

Muthowif mejelaskan, Jatim memiliki tingkat kebutuhan daging yang tinggi dan tingkat penyebaran yang tidak merata. Mangacu pada tahun 2011 kebutuhan konsuumsi daging di Jawa Timur sebanyak 350 ekor/hari. Akan tetapi sekarang hanya 155 ekor/hari.

“Ini membuktikan bahwa di Jatim tengah kekurangan sapi siap potong,” tegas Muthowif.

PPSDS berharap Pemprov Jatim memberikan solusi guna memecahkan persoalan daging sapi yang dikeluhkan oleh pelaku usaha. Selain itu, pihaknya tetap mendukung upaya pemerintah dalam menstabilkan harga daging sapi di Jatim.

"Makanya kita mengundang pihak pemprov Jatim untuk duduk bersama mencari solusi untuk Jatim kita.” tegas Muthowif. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020