trubus.id
Berpretasi Kembangkan Benih Padi IF8, Keuchik di Aceh Utara Justru Dipenjara

Berpretasi Kembangkan Benih Padi IF8, Keuchik di Aceh Utara Justru Dipenjara

Thomas Aquinus - Kamis, 25 Jul 2019 18:00 WIB

Trubus.id -- Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Tgk Munirwan, yang berhasil meraih juara II Nasional Inovasi Desa harus ditahan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, setelah ditetapkan sebagai tersangka karena menjual bibit padi unggul yang berhasil mereka kembangkan sendiri.

“Saat ini, Tgk Munirwan sudah tersangka dan ditahan di Polda Aceh. Kami mendampinginya dalam pemeriksaan sejak kemarin,” ujar Zulfikar Muhammad, Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM Aceh,Kamis (25/7). 

Menurutnya, penyidik Polda Aceh menahan Tgk Munirwan yang juga Direktur PT Bumades Nisami Indonesia (badan usaha milik desanya), setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (23/7), terkait kasus dugaan penjualan benih padi IF8 tanpa label.

Baca Lainnya : Terdampak Kemarau, 2.100 Hektare Padi Tecatat Gagal Panen di Indramayu

"Ditahan sebagai Direktur PT Bumades Nisami, karena memproduksi dan menjual bibit padi tanpa label jenis IF8. Kasus itu dilaporkan pihak Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ke Polda Aceh," terang Zulfikar. 

Selain memberikan pendampingan, Zulfikar menyampaikan bahwa pihaknya juga akan melakukan investigasi soal benih padi IF8. 

"Karena ini lucu, jadi sebuah tindak pidana itu harus ada yang merasa dirugikan. Merugikan negara enggak, korupsi enggak. Ada petani yang kemudian menjadi korban dari hasil panen juga tidak. Jadi kerangka kasusnya ini sangat misteri, sangat lemah," katanya.

Menurutnya, kepolisian harus jeli melihat kasus yang terjadi. "Justru yang harus diperiksa itu kalau misalnya karena mengedarkan bibit tanpa label, yang mengedarkan pertama pemerintah. Yang harus ditangkap pertama seharusnya kepala dinas, bukan langsung Pak Keuchik-nya," ujar Zulfikar.

Baca Lainnya : Terdampak Kekeringan, 1.992 Hektare Lahan Padi Tadah Hujan di DIY Puso

Lebih lanjut, ia mempertanyakan asal-muasal benih bibit IF8 bisa hadir di Aceh. Penelusuran pihaknya, mengungkapkan bahwa bibit padi jenis IF8 awalnya adalah bantuan dari Gubernur Aceh di daerah Nisam kepada petani, sebagai bibit unggul pada 2017.

Kemudian, para petani menanam dan mengembangkannya, dan terbukti hasilnya melimpah setiap kali panen. Bahkan, Desa Meunasah Rayeuk yang dipimpin Tgk Munirwan hingga terpilih menjadi juara II Nasional Inovasi Desa tahun 2018. 

Keberhasilannya membuat masyarakat sekitar meminta agar bibit tersebut dapat dibeli mereka. Permintaan semakin besar, sehingga Desa Meunasah Rayeuk membentuk BUMG, untuk kepentingan menjual bibit tersebut. Di sinilah dugaan persoalan bermula, hingga Tgk Munirwan dilaporkan ke polisi.

"Ini aneh, harusnya pemerintah membina bukan melaporkan. Ini menyakitkan kenapa pemerintah yang melaporkan padahal masyarakat tidak merasa dirugikan selama ini," kata Zulfikar.

Pelaporan ini dinilai sangat tidak wajar dan diduga ada sesuatu yang tersembunyi.

"Seharusnya yang melaporkan itu pihak yang dirugikan dari penggunaan bibit itu," ujarnya dikutip Kompascom. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

07 Agu 2020
04 Agu 2020
03 Agu 2020