trubus.id
Merek Fesyen Dunia Ini Berjanji Gunakan 100% Kain Ramah Lingkungan pada 2025

Merek Fesyen Dunia Ini Berjanji Gunakan 100% Kain Ramah Lingkungan pada 2025

Thomas Aquinus - Selasa, 23 Jul 2019 10:30 WIB

Trubus.id -- Minggu ini, merek fesyen besar Zara mengumumkan janji untuk menggunakan 100% kain berkelanjutan pada tahun 2025. Perusahaan juga menaikkan kontribusi untuk mode berkelanjutan skala besar dengan berjanji untuk menggunakan 80 persen energi terbarukan untuk kantor pusat, pabrik dan toko dengan tenggat waktu yang sama. 

"Kita perlu menjadi kekuatan untuk perubahan, tidak hanya di perusahaan tetapi di seluruh sektor," kata Pablo Isla, CEO Inditex, perusahaan yang memiliki Zara. “Kami yang menetapkan target ini; kekuatan dan dorongan untuk perubahan datang dari tim komersial, orang-orang yang bekerja dengan pemasok kami, orang-orang yang bekerja dengan kain."

Baca Lainnya : Setelan Jamur, Cara Baru Bantu Pembusukan Tubuh Mayat yang Ramah Lingkungan

Inditex adalah perusahaan pakaian terbesar ketiga di dunia dan berjanji bahwa merek lainnya, termasuk Massimo Dutti, akan mengikuti Zara. Sejauh ini Zara adalah merek terbesar korporasi, menarik 70 persen dari penjualannya, yang mencapai US$29 miliar tahun lalu. Komponen utama dari rencana keberlanjutan meliputi peningkatan penawaran dan penjualan dari jalur sadar lingkungan Zara, Join Life.

Zara juga bermitra dengan Palang Merah untuk menyumbangkan stok sisa dan memiliki proyek yang sedang berlangsung dengan Massachusetts Institute of Technology untuk berinovasi cara-cara baru dalam mendaur ulang kain.

Pengumuman ini muncul setelah meningkatnya tekanan dari konsumen di seluruh dunia yang mencari pilihan mode berkelanjutan dan mengkritik limbah yang dihasilkan oleh industri mode cepat. Zara mengklaim itu bukan "mode cepat," meskipun sebuah film dokumenter baru-baru ini mengungkapkan bahwa bahwa waktu antara melihat sebuah tren dan pergantian koleksi masuk ke toko-toko Zara hanya 2 sampai 4 minggu. Sebagai perbandingan, kebanyakan merek fesyen membutuhkan waktu 40 minggu. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020