trubus.id
Cegah Inflasi, Pemerintah Harus Mewaspadai Tren Kenaikan Harga Cabai

Cegah Inflasi, Pemerintah Harus Mewaspadai Tren Kenaikan Harga Cabai

Syahroni - Minggu, 21 Jul 2019 16:00 WIB

Trubus.id -- Kenaikan harga cabai sudah terpantau sejak pertengahan tahun ini. Harga cabai di sejumlah pasar di Kabupaten Gunungkidul masih mahal dan belum ada tanda-tanda turun. Penurunan harga cabai bakal terjadi saat petani mulai panen.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti menduga melambungnya harga cabai di beberapa titik di Indonesia disebabkan oleh kurangnya suplai. Kendati, hingga kini Kementerian Perdagangan masih belum mengantongi data produksi cabai di dalam negeri.

Baca Lainnya : Kenaikan Cabai Merah Picu Inflasi 0,2 Persen pada Juli 2019

Sementara itu, pengamat ekonomi menilai bahwa pemerintah perlu mewaspadai potensi kenaikan harga beras dan cabai pada semester II 2019 ini. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan harga cabai perlu diantisipasi lonjakannya sebab harga cabai merupakan salah satu faktor penyumbang inflasi yang terbesar.

Menurut dia, pusat produksi cabai hanya terpusat di beberapa titik tertentu, sementara permintaannya cenderung tersebar di berbagai wilayah maka rentan pembusukan. “Produksinya dimana dan kebutuhannya dimana, sehingga kalau jarak distribusinya jauh maka kebusukannya juga tinggi,” ujar Rusli seperti dikutip Jawa Pos, Minggu (21/7).

Baca Lainnya : Kementan Tancap Gas Kontrol Pasokan Cabai Jelang Idul Adha 2019

Terkait harga beras, Rusli mengatakan Perum Bulog tetap perlu mengantisipasi kekeringan yang kemungkinan terjadi di beberapa daerah. Dia menilai Bulog perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi kekeringan dan memutuskan apakah perlu impor atau tidak.

Meski harga cabai dan beras berpotensi melonjak, Rusli memprediksi angka inflasi 2019 tidak akan menyentuh batas 3,5 persen. Sebab, bulan Ramadan sudah terlewati sehingga tidak akan ada lonjakan permintaan yang signifikan hingga akhir tahun. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020