trubus.id
Tim URaL SMA Negeri 28 Jakarta Ekspedisi Kayak di Danau Toba

Tim URaL SMA Negeri 28 Jakarta Ekspedisi Kayak di Danau Toba

Thomas Aquinus - Senin, 08 Jul 2019 06:30 WIB

Trubus.id -- Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia dari Udara, Rimba dan Laut URaL SMA Negeri 28 Jakarta menelusuri perairan Danau Toba di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut).

Pembina URaL SMA Negeri 28 Jakarta, Nila Kusumawardhi mengungkapkan, ekspedisi dilaksanakan sejak 2 hingga 9 Juli 2019 dengan menurunkan 6 atlet terdiri dari 4 pria dan 2 prempuan bersama 4 tim Sosiologi Pedesaan serta 2 support.

"Seluruhnya merupakan pelajar dari SMA Negeri 28 Jakarta. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Samosir dan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba atau BPODT," kata Nila, Minggu (7/7).

Baca Lainnya : Kawasan Bukit Menoreh Dikembangkan Menjadi Pariwisata Berbasis Budaya

Dijelaskannya, untuk melakukan ekspedisi Danau Toba menggunakan sampan kayak tim harus melakukan persiapan ekstra. Salah satunya yaitu dengan menggelar latihan terlebih dahulu di danau buatan, di Jati Jajaran dan Pantai Mutiara, Depok‎.

"Saat latihan kita mengarungi 15 kilometer. untuk safety diri sendiri dan secara tim, ada latihan berdampingan untuk dua kayak," sebutnya.

Diungkapkan wanita sekaligus alumni dari SMA Negeri 28 Jakarta itu, dengan berbagai persiapan tim Kayak URaL SMA Negeri 28 Jakarta mampu memecahkan rekor MURI dengan mengelilingi lingkar dalam Danau Toba sejauh 135 kilometer.

Baca Lainnya : Keunikan Batik Jambi yang Memiliki 4 Unsur Kebudayaan

"Tujuan ekspedisi di Danau Toba untuk memecahkan rekor di Indonesia maupun dunia, dan meraih MURI," ungkapnya.

Selain itu, Tim URaL juga mempromosikan keindahan danau vulkanik terbesar di dunia tersebut, sekaligus mengkampanyekan safety pelayaran dan memberikan pengalaman baru dengan berolahraga kayak di Danau Toba.

‎"Ombak Danau Toba bersahabat. Ada rute-rute pengawal penuh, karena terbuka. Terbuka karena perairannya luas, dan perlu safety dengan pengawalan kapal," Nila menyebutkan.

Diakui Nila, saat melakukan ekspedisi mereka mengutamakan keselamatan dengan melihat kondisi cuaca dan tinggi ombak. Adapun aktivitas ekspedisi setiap hari dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Baca Lainnya : Puan Maharani Ajak Milenial Budayakan Minum Jamu

"Disiplin kita utamakan, terutama menghindari ombak tinggi, sore hari sudah berhenti," ujarnya.

Ekspedisi ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kayak sebagai olahraga petualang alternatif. Selama ini, orang kenal hutan, gunung, dan panjat tebing.

"Padahal Indonesia dua per tiga air. Kenapa tidak kita kembangkan. Danau Toba destinasi unggulan," tandasnya. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020