trubus.id
Hindari Makan Semangka yang Daging Buahnya Retak, Ini Bahayanya

Hindari Makan Semangka yang Daging Buahnya Retak, Ini Bahayanya

Syahroni - Rabu, 26 Jun 2019 20:30 WIB

Trubus.id -- Kala cuaca panas melanda, buah-buahan yang banyak mengandung air seperti semangka tentunya menjadi alternatif terbaik sebagai pelepas dahaga. Rasa manis dan kandungan air yang cukup tinggi pada buah semangka, seketika bisa meredam rasa haus akibat cuaca panas tersebut.

Bagi kamu yang suka semangka, pasti pernah melihat buah semangka yang retak di bagian dalamnya. Banyak yang percaya, retakan pada buah semangka itu menunjukkan tingkat kematangan yang sudah sangat tepat untuk dikonsumsi. Namun nyatanya, fakta berbicara sebaliknya.

Baca Lainnya : Tak Perlu Skincare Mahal, Semangka Bisa Bikin Kulit Mulus dan Sehat 

Dilansir dari nerdheist.com dan Neslex Point, sekarang ini banyak petani yang menggunakan cara dan pupuk khusus untuk membantu pertumbuhan semangka, melon dan sejenisnya. Beberapa petani yang menginginkan keuntungan besar mungkin menggunakan akselerator yang dikenal sebagai forchlorfenuron ini agar pertumbuhan semangka miliknya berukuran besar.

Menurut EPA Amerika Serikat, forchlorfenuron adalah sitokin yang meningkatkan ukuran dan berat buah. Wang Liangju, profesor dari Sekolah Tinggi Hortikultura di Universitas Pertanian Nanjing melalui The Associated Press menyatakan bahwa obat itulah menyebabkan semangka dan buah sejenisnya yang berkulit tipis mengalami keretakan di bagian dalam.

Baca Lainnya : Duet Maut Mentimun dan Semangka Hancurkan Kencing Batu

EPA pun mengklaim bahwa forchlorfenuron yang bersifat sitotoksik dapat menyebabkan masalah kulit dan pernapasan akut. Zat ini memang bukan penyebab utama kanker, tetapi bisa mengakibatkan kematian janin dan lesi perut.

Karena itu para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi buah semangka dengan kondisi retak karena diyakini telah terpapar zat kimia ini. Jika tidak, mungkin saja seseorang dengan kekebalan tubuh lemah akan terserang sejumlah penyakit seperti kelainan pada sistem saraf atau neurologis. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020