trubus.id
Travel » 7 Pengalaman Traveling Berkelanjutan yang Bisa Kam...
7 Pengalaman Traveling Berkelanjutan yang Bisa Kamu Coba untuk Selamatkan Alam 

7 Pengalaman Traveling Berkelanjutan yang Bisa Kamu Coba untuk Selamatkan Alam 

Syahroni - Rabu, 26 Jun 2019 10:00 WIB

Trubus.id -- Traveling ke berbagai negara untuk mengunjungi tempat-tempat wisata mainstream seperti taman hiburan, waterpark, hingga lanskap ikonik mungkin sudah biasa, dan mudah. Namun bisa lebih sulit bagi wisatawan untuk menjadi ramah lingkungan dan mencari kegiatan berkelanjutan yang mempromosikan wisata budaya dan ekowisata.

Nah, kepikiran, enggak? Untungnya, kini semakin banyak perusahaan dan agensi perjalanan menjadikan kita lebih mudah untuk bepergian dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, loh.

Kamu bisa mulai dengan riset soal ‘destinasi hijau’, dengan paket travel beserta hotel ramah lingkungan di website seperti Lokal Travel, Green Pearls or Responsible Travel. Cari hotel dan resor yang telah disertifikasi ramah lingkungan atau hijau, yang memiliki bukti jelas untuk melindungi Bumi, yang dibangun dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan atau yang telah melakukan investasi untuk benar-benar mengubah model bisnis mereka menuju keberlanjutan jangka panjang.

Setelah kamu memilih tujuan dan akomodasi, cari perusahaan perjalanan yang mencoba membantu budaya lokal atau tanah dengan cara yang positif dan signifikan dan telah mempekerjakan karyawan lokal dengan upah yang adil. Walaupun organisasi ini biasanya kecil dan fokus pada beberapa tempat tertentu, ada perusahaan besar yang melakukannya dengan baik juga. 

Berikut adalah tujuh kegiatan ramah lingkungan untuk dinikmati di destinasi di seluruh dunia.

Saksikan Northern Light di Norwegia

Norwegia bukan hanya salah satu negara paling sadar lingkungan di Bumi, tetapi juga salah satu yang paling indah. Ibu kotanya, Oslo, dinamai ibu kota terhijau di Eropa oleh Uni Eropa pada tahun 2019. Ketika datang untuk melihat si Cahaya Utara, jangan lakukan itu sebagai renungan, namun luangkan waktu untuk merencanakan perjalanan dengan pemandu lokal yang bermanfaat bagi perekonomian setempat. 

Jadi Relawan di Galapagos, Ekuador

Nomor satu sebagai destinasi ekowisata di seluruh dunia, Galapagos adalah rumah bagi pulau-pulau paling menarik dan penting di planet ini. Hampir 100 persen rantai pulau dilindungi sebagai taman nasional, dan biaya pengunjung langsung diperuntukkan bagi upaya konservasi. Carilah perusahaan yang menyelenggarakan perjalanan sukarela dan bukan wisata; yang menghasilkan emisi sampah dan karbon yang tidak perlu.

Pesan Safari Ramah Lingkungan di Kenya

Eco-friendly safari di Kenya (Foto: Porini) 

Bukan rahasia lagi bahwa perburuan liar adalah salah satu ancaman terbesar satwa liar Afrika. Safari dan pondok-pondok ramah lingkungan menyediakan pekerjaan alternatif selain perburuan liar di Kenya, semuanya mendukung masyarakat dan menempatkan uang untuk pemeliharaan pelestarian alam. Perusahaan pariwisata yang baik bekerja bahu membahu dengan masyarakat setempat (seperti suku Maasai di Kenya) untuk melindungi tanah dan hewan. Pertimbangkan untuk tinggal di lahan konservasi, di mana kawasan tersebut telah disisihkan untuk konservasi satwa liar dan diatur dengan ketat.

Bantu Selamatkan Gajah di Thailand

Industri pariwisata mulai melihat naik gajah itu kejam. Sesuatu yang dulunya disalahpahami dan menjadi bucket-list populer sekarang menjadi salah satu pendukung utama yang bertanggung jawab atas bangkitnya ekowisata. Lewati perjalanan gajah dan pilihlah perjalanan ke pusat penyelamatan gajah, di mana uangmu akan digunakan untuk menyelamatkan hewan-hewan ini daripada mengeksploitasi mereka. Untuk perjalanan sehari, cek Elephant Nature Park di Chiang Mai, tapi jika kamu ingin menghabiskan satu minggu atau lebih secara sukarela, Proyek Surin adalah pilihan lain. Check’em out! 

Hiking di Selandia Baru

Hiking di new zealand (Foto: Backpackers Guide) 

Selandia Baru terkenal di dunia karena ekowisata mewahnya (seperti “glamping”) serta banyak peluang hiking yang memungkinkan wisatawan ‘menyatukan diri’ dengan lingkungan alami tanpa melakukan kerusakan apa pun. Hal lain yang perlu dipertimbangkan: Air New Zealand baru-baru ini menyingkirkan semua plastik sekali pakai dari seluruh armada pesawatnya. Itu berarti tak ada kantong plastik, gelas atau sedotan yang digunakan pada penerbangan ini, yang menghasilkan sekitar 24 juta lebih sedikit plastik yang digunakan setiap tahun. Keren, kan? 

Kunjungi Cagar Alam Hewan di Kosta Rika

Kosta Rika berkomitmen untuk menjadi negara netral karbon pertama pada tahun 2021, dan dengan 25 persen wilayahnya dilindungi sebagai taman nasional atau cadangan biologis, ia menetapkan standar yang cukup tinggi untuk negara-negara lain di dunia. Negara ini dikenal dengan banyaknya akomodasi ramah lingkungan dan suaka margasatwa. Lihatlah Taman Nasional Corcovado di Semenanjung Osa atau Pusat Penyelamatan Jaguar di Provinsi Limón. 

Menginap di Akomodasi Mandiri di Maladewa

Hotel ramah lingkungan di maldives (Foto:Elle) 

Dengan lebih dari 1.000 pulau yang membentuk kepulauan ini, kesadaran lingkungan dan melindungi laut adalah bagian penting dari kehidupan di Maladewa. Sebagai contoh, Soneva Fushi Resort telah sepenuhnya karbon-netral sejak 2014. Mereka memiliki program daur ulang di tempat, dan semua air yang digunakan di resor ini tidak mengandung garam. Sembilan puluh persen dari limbah yang dihasilkan didaur ulang, termasuk 100 persen dari sisa makanan, dan semua fasilitas menggunakan energi dari panel surya.

Nah, jadi daripada bersenang-senang di tempat wisata dan menghasilkan sampah sekaligus penyumbang overtourism, ada baiknya berpikir untuk “menghabiskan uang” demi keberlangsungan alam dan bumi. Worth every penny! 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020