trubus.id
Anies: Kendaraan Bermotor Sebabkan Kualitas Udara Jakarta Buruk

Anies: Kendaraan Bermotor Sebabkan Kualitas Udara Jakarta Buruk

Thomas Aquinus - Senin, 10 Jun 2019 16:30 WIB

Trubus.id -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, buruknya kualitas udara Jakarta saat ditinggal mudik warganya adalah akibat residu polusi kendaraan bermotor.

"Di Jakarta ini kita memiliki 17 juta kendaraan bermotor, dengan 17 juta kendaraan bermotor maka bisa dibayangkan kualitas udara yang dihasilkan akibat dari residu polutan itu," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/6).

Anies juga mengapresiasi berbagai pihak yang turut terlibat dalam menyediakan data kualitas udara yang bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas udara.

"Jadi kita ke depan harus menata itu semua. Kita mengapresiasi semua pihak yang bisa memberikan data-data nanti itu akan membantu sambil kita menyusun kebijakan pengurangan (polusi)," katanya.

Baca Lainnya : Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2019 dalam Bayang Kelam Polusi Udara

Menurut Anies, studi dari Greenpeace sangat bermanfaat untuk membangun kebijakan perbaikan kualitas udara. Sementara itu, terkait dengan solusi yang disiapkan Pemprov DKI untuk mengatasi masalah polusi, pihaknya akan terus menyuarakan penggunaan kendaraan umum ramah lingkungan.

"Arah kita jelas, mulai dari kendaraan umum kita. Kita dorong nantinya untuk menggunakan bahan energi yang tidak merusak lingkungan khususnya listrik. Itu arah kita kesana. Tapi itu dilakukan bertahap," katanya.

Dikatakan juga, pihaknya akan mengutamakan perubahan yang berada dalam kewenangan Pemprov.

"Kalau terkait pembangkit listrik itu bukan wilayah kita. Kalau terkait kendaraan bermotor nanti kita akan lakukan. Bahkan sekarang kita sudah mulai lakukan menggunakan bus listrik, arah kita semua bus baru menggunakan tenaga listrik bebas listrik. Jakarta insyaallah akan bersih udaranya secara bertahap," katanya.

Baca Lainnya : Anak-anak dan Ibu Hamil Kelompok Paling Rentan Terhadap Polusi Udara

Sementara itu, terkait dengan rencana gugatan hukum soal pencemaran udara, Anies mempersilakan apabila ada lembaga yang ingin menempuh jalur hukum.

"Ketika ada lembaga yang memilih gunakan jalur hukum, itu adalah haknya yang harus dihormati dan dihargai. Itu sesuatu yang normal dalam kehidupan bernegara," ujarnya dikutip dari Antaranews.

Sebelumnya, juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Andriyanu, mencatat Air Quality Index (AQI) Jakarta pada Selasa (4/6) atau H-1 Lebaran polusi udara sempat menyentuh 210 US AQI.

Dengan angka ini, Bondan mengatakan, kota Jakarta menjadi juara kualitas udara terburuk di dunia pada hari itu dengan mengalahkan kota Chengdu, China, dengan 171 US AQI, dan kota Dubai, Uni Emirat Arab. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020