trubus.id
Sering Alami Gangguan Tidur, Usia Jadi Lebih Pendek 215 Hari

Sering Alami Gangguan Tidur, Usia Jadi Lebih Pendek 215 Hari

Astri Sofyanti - Senin, 10 Jun 2019 14:30 WIB

Trubus.id -- Berdasarkan indeks apnea-hypopnea, seseorang yang mengalami gangguan tidur termasuk pernapasan saat tidur, setara dengan dengan 215 hari percepatan usia. Sementara itu, berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sleep, ukuran keparahan pernapasan juga berhubungan dengan tidur.

"Usia biologis orang mungkin tidak sama dengan usia kronologis mereka. Individu, yang usia biologisnya lebih tinggi dari usia kronologisnya, menunjukkan percepatan usia atau penuaan yang cepat," kata peneliti studi Xiaoyu Li seperti menguito Antaranews, Senin (10/6/19).

Dikatakan Li, temuan dalam studi tersebut memberikan bukti biologis yang mendukung efek fisiologis dan kesehatan dari gangguan perpanasan tidur yang tidak diobati.

Baca Lainnya : Cahaya Lampu saat Tidur Membuat Rentan Diabetes

Selain itu, setiap peningkatan standar deviasi dalam indeks gairah, sebuah ukuran gangguan tidur, setara dengan 321 hari percepatan usia.

Gangguan pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea obstruktif, ditandai kelainan pernapasan saat tidur. Kondisi ini mengakibatkan pengurangan saturasi oksigen darah dan biasanya diakhiri oleh gairah tidur yang singkat.

Tanda-tanda yang umum sleep apnea termasuk mendengkur dan kantuk yang berlebihan pada siang hari. Percepatan usia epigenetik berhubungan dengan faktor gaya hidup. Meskipun gangguan pernapasan saat tidur dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan terkait usia, hubungannya dengan penuaan epigenetik belum diteliti dengan baik.

Baca Lainnya : Pakai Lensa Kontak Saat Tidur, Kornea Perempuan Ini Digerogoti Bakteri

Lebih lanjut Li mengungkapkan bahwa kaitan tidur dengan gangguan kesehatan jauh lebih kuat pada perempuan dibandingkan dengan pria. Sehingga perempuan menjadi sangat rentan terhadap efek buruk pernapasan yang tidak teratur saat tidur.

"Selama ini wanita sering dianggap berisiko lebih rendah terkait dengan gangguan pernapasan saat tidur, temuan kami menunjukkan peningkatan kerentanan biologis," ungkap Li. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020