trubus.id
Peristiwa » Mengenaskan, Tiga Gajah Mati Karena Racun di Perke...
Mengenaskan, Tiga Gajah Mati Karena Racun di Perkebunan Sawit Malaysia

Mengenaskan, Tiga Gajah Mati Karena Racun di Perkebunan Sawit Malaysia

Binsar Marulitua - Minggu, 09 Jun 2019 07:00 WIB

Trubus.id -- Polisi Malaysia menemukan tiga ekor bangkai gajah di perkebunan sawit di bagian selatan Johor pada Jumat (7/6) lalu. Ketiga gajah tersebut mati akibat diracun setelah dilakukan otopsi medis pada tubuhnya. 

Direktur Jenderal Departemen Taman Margasatwa dan Nasional Abdul Kadir Abu Hashim mengatakan beberapa hewan yang mati diyakini bagian dari kawanan 30 ekor gajah, yang hidup di hutan cagar alam terdekat. Ia telah meminta petugas satwa liar untuk bersiaga.

"Kami melakukan post-mortem pada tiga gajah betina berusia antara 18 tahun dan 22 tahun. Hasilnya mengungkapkan mereka diracun. Saya terkejut dan sedih dengan kejadian ini. Jika tren ini berlanjut, semua gajah liat kita akan musnah," terang  Abdul Kadir seperti dilansir AFP.

Baca Lainnya : Kelebihan Populasi, Zimbabwe Jual 100 Ekor Gajah ke China dan Dubai

Abdul mejelaskan pagar listrik yang bertujuan menjauhkan gajah dari perkebunan tidak berfungsi normal. Hal itu memungkinkan gajah memasuki area perkebunan warga.

"Sampel hati dan ginjal dari gajah sedang diperiksa untuk menentukan jenis racun yang digunakan," kata Menteri Sumber Daya Alam Xavier Jayakumar Arulanandam. 

Tahun lalu, sekitar enam gajah ditemukan tewas diracun di perkebunan sawit, negara bagian Sabah.

Baca Lainnya : Pro Kontra Perlombaan Gajah di Vietnam

Kalangan aktivis pelestarian lingkungan memperkirakan hanya sekitar 1.500 ekor gajah liar yang tersisa di Malaysia. Padahal, Malaysia adalah rumah bagi hamparan luas hutan hujan dan kaleidoskop satwa liar eksotis. Mulai gajah, orangutan, hingga harimau. Namun, jumlah spesies langkah menurun signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Banyak hewan langka diburu untuk mendapatkan bagian tubuh yang dianggap mahal. Seperti, kebutuhan pengobatan tradisional di Tiongkok dan wilayah Asia lainnya.

"Insiden terbaru merupakan tindak kriminal yang sangat kejam. Siapapun pelakunya berhati-hatilah. Kami akan memburumu," tegas Abdul. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020