trubus.id
Hadapi Musim Kemarau, Kementan Genjot  Pembangunan irigasi Pertanian

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Genjot Pembangunan irigasi Pertanian

Syahroni - Sabtu, 08 Jun 2019 07:30 WIB

Trubus.id -- Musim kemarau sudah tiba. Di saat-saat seperti ini, kekeringan kerap melanda. Di sektor pertanian, hal ini tentu menjadi sebuah ancaman. Untuk itu, Kementerian Pertanian ( Kementan) tengah menggenjot pembangunan irigasi pertanian untuk menghadapi musim kemarau kali ini. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengklaim sudah membangun infrastruktur pendukung seluas 3 juta hektar (ha).

"Di antaranya normalisasi sungai dan bendungan, lalu pompanisasi, serta membangun embung untuk menampung air," ujar Amran dalam keterangan resminya, Jumat (7/6).

Selain program jangka panjang, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan Kementan juga membuat program jangka pendek. Adapun program yang dimaksud di antaranya membuat sumur pantek, penyediaan benih unggul tahan kekeringan, pengaturan pola tanam, dan penyediaan asuransi usaha tani.

Baca Lainnya : Rampung Digarap, Embung Giriroto Aliri Irigasi Cengklik Seluas 74 Hektare

"Kami memprediksi Juli hingga September 2019 beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan," ujar Sarwo.

Agar program tersebut berjalan maksimal, ia mengimbau para pemimpin yang daerahnya memiliki potensi sumber air agar segera mengajukan kegiatan irigasi kepada Kementan.

"Bila lokasi sumber air cukup jauh dari lahan, bisa mengajukan kegiatan pipanisasi. Bahkan kalau perlu pompa air akan disiapkan," kata dia.

Mentan menegaskan, pemerintah serius merealisasikan program tersebut mengingat faktor ketersediaan air irigasi merupakan kunci sukses pencapaian target produksi.

Baca Lainnya :  Bendungan Gondang Siap Suplai Irigasi 4.680 Hektare di Karanganyar dan Sragen

"Saya ingin menjadikan lahan tadah hujan semuanya bisa teraliri," imbuh Amran.

Sebagai informasi, Kementan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membangun infrastruktur pertanian. Pembangunan infrastruktur itu untuk menjamin ketersediaan air. 

Adapun langkah tersebut bertujuan untuk mewujudkan mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan pada 2045.

"Melalui langkah ini, kami optimistis mimpi tersebut bisa jadi kenyataan," tutup Amran. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020