trubus.id
Terdampak Anomali Cuaca, Petani Apel Tutur Gagal Raup Untung Besar di Hari Raya

Terdampak Anomali Cuaca, Petani Apel Tutur Gagal Raup Untung Besar di Hari Raya

Syahroni - Jumat, 07 Jun 2019 12:30 WIB

Trubus.id -- Para petani apel di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur gagal meraup untung besar di momen lebaran tahun ini. Tingginya permintaan komoditas unggulan itu tidak dapat dipenuhi para petani karena stok apel mereka yang menipis.

Kondisi ini sendiri terjadi karena adanya anomali cuaca beberapa waktu lalu. Di area perkebunan, apel-apel milik petani bahkan baru memasuki musim berbunga.

Heri Subhan, ketua kelompok tani Citra Alam asal Desa Andonosari, Kecamatan Tutur mengakui, saat ini harga apel memang sedang tinggi-tingginya. 

“Tapi ya percuma. Petani tidak bisa mengambil manfaat karena barangnya tidak ada. Apel di perkebunan juga tidak ada,” katanya dilansir dari Wartabromo, Jumat (7/6).

Sebagai gambaran betapa apel tengah pada posisi bagus, kata Heri, saat ini harga apel per kilogramnya mencapai Rp13-15 ribu. Harga itu melonjak 500 persen bila dibanding tiga atau empat bulan silam. Saat itu, apel dihargai Rp3 ribu per kilogram.

Heri menjelaskan, jika sesuai kalender, saat ini sejatinya masih terhitung masa panen raya. Tetapi, anomali cuaca yang ditandai dengan musim hujan yang lebih lama dari biasanya membuat tanaman apel banyak yang gagal panen. Imbasnya, stok apel menipis. 

“Padahal sekarang sedang naik-naiknya harga,” kata Heri.

Wilayah Tutur, memang menjadi sentra tanaman apel. Dengan hamparan area tanam yang mencapai 2 juta hektare, Tutur disebutkan termasuk satu dari 5 perkebunan apel terbesar di Asia Tenggara.[RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020