trubus.id
Banjir di Konawe Utara Meluas Hingga Merendam 13 Desa di 5 Kecamatan

Banjir di Konawe Utara Meluas Hingga Merendam 13 Desa di 5 Kecamatan

Syahroni - Selasa, 04 Jun 2019 07:00 WIB

Trubus.id -- Banjir yang melanda Konawe Utara, Sulawesi Tengara dikabarkan terus meluas. Sebelumnya, sejak Minggu (2/6) dinihari, wilayah tersebut dilanda banjir bandang akibat hujan yang terus mengguyur sejak beberapa pekan terakhir di wilayah itu.

Diketahui, akibat bencana tersebut, 11 rumah warga hanyut terbawa air. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Konawe Utara, Djasmiddin menerangkan, ke 11 rumah warga yang hanyut diterjang banjir bandang terletak di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera. Seluruh korban yang rumahnya terseret arus langsung dievakuasi ke tempat pengungsian. 

Sementara itu, dari data yang diterima BPBD Konawe Utara diketahui, titik lokasi banjir di daerah itu saat ini terus meluas. Hingga saat ini, banjir telah menerjang 13 desa dari sebelumnya hanya 8 desa yang dilaporkan terendam.

Baca Lainnya : 1000 Kepala Keluarga Terdampak Banjir, Konawe Siaga Satu

"Sebelumnya hanya delapan desa yang dilanda banjir, hari ini sudah meluas hingga 13 desa," kata Kepala BPBD Konawe Utara, Djasmiddin, dari Wanggudu, seperti dilansir dari Antara, Selasa (4/6) dinihari.

Ia mengatakan, 13 titik yang terendam banjir yakni di Desa Tambakua, Langgiwo, Polora Indah, Sabandete, Mopute, Longeo, Tapuwatu, Walalindu, Alawanggudu, Puuwanggudu, Labungga, Laronanga, dan Kelurahan Lino Moio. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Langgikima, Asera, Oheo, Landawe, dan Andowia.

Menurut dia, rata-rata ketinggian air yang merendam lokasi itu mencapai dua meter, tetapi ada beberapa titik yang sempat sampai empat meter. Ia menjelaskan, meluasnya wilayah yang terendam banjir karena debit air yang besar kemudian meluap mengikuti aliran sungai wilayah Langgikima dan masuk di kawasan Wanggudu dan Andowia.

Baca Lainnya : Banjir Konawe Utara Tutup Akses Trans Sulawesi

"Rumah warga terendam, tidak sedikit warga yang tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya yang ikut hanyut terbawa air," katanya.

Saat ini, katanya, warga yang terdampak banjir telah dievakuasi ke tempat-tempat ketinggian dan ke tenda-tenda darurat. 

"Saat ini warga mengharapkan bantuan seperti bahan makanan karena warga juga sedang jalani ibadah puasa," katanya.

Menurut dia, masih ada rumah yang terdampak parah seperti hanyut akibat luapan air sungai, tetapi belum terdata oleh tim. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020