trubus.id
Kementan Akan Kembangkan Kabupaten Muna Menjadi Sentra Jambu Mete

Kementan Akan Kembangkan Kabupaten Muna Menjadi Sentra Jambu Mete

Syahroni - Selasa, 28 Mei 2019 20:00 WIB

Trubus.id -- Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Muna, Sulawesi Utara, Selasa (28/5). Dalam kesempatan itu, Amran berkesempatan meninjau pengembangan komoditi jambu mete sekaligus meninjau kebunnya di Desa Kontunaga, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna.

Berdasarkan informasi Bupati Muna LM. Rusman Emba, produksi tanaman jambu mete para petani di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara mencapai 3.463 ton per tahun. Produksi tersebut merupakan hasil panen dari kebun jambu mete milik para petani di lahan seluas 18.379 hektare. 

“Saat ini luas areal kebun jambu mete di Muna mencapai 31.325 hektar, namun yang berproduksi baru seluas 18.379 hektare,” papar Rusman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Trubus.id, Selasa (28/5). 

Baca Lainnya : PBHMI Dukung Mentan Amran Ciptakan Petani Milenial

Produksi jambu mete gelondongan milik para petani selain diantarpulaukan di Makassar, Sulawesi Selatan dan Surabaya, Jawa Timur, juga sebagian telah diolah melalui industri rumah tangga. Harga biji jambu mete gelondongan berkisar antara Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Sedangkan harga biji jambu mete olahan berkisar antara Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. 

Dengan potensi besar tersebut, Rusman berharap Kementan dapat memberikan bantuannya sehingga produktivitas jambu mete di Muna terus meningkat. 

“Mayoritas pohon Jambu mete di sini berusia 30 tahun. Kami harapkan Pak Menteri bisa membantu sehingga jambu mete di sini bisa semakin berkembang,” tuturnya. 

Menanggapi permintaan Bupati Muna, Amran berjanji akan menurunkan tim Kementan ke lapangan untuk mengidentifikasi lebih lanjut kebutuhan pengembangan jambu mete di wilayah tersebut. 

Baca Lainnya : Sidak Balittra, Mentan Kenalkan Pola Tanam Jagung Zigzag

Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono menambahkan bahwa berdasarkan perspektif kesesuaian komoditas dengan kondisi kawasannya, Kabupaten Muna ini memang cocok dikembangkan sebagai sentra jambu mete. Kementerian Pertanian pun menaruh harapan besar pada Kabupaten Muna, terlebih untuk komoditas jambu mete yang merupakan salah satu komoditas andalan yang dimiliki Indonesia.

"Untuk tahun 2019 ini program jambu mete dari sumber APBN sudah tersedia untuk 50 hektare. Tahun depan akan kita perluas sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian dengan membangun nursery atau pesemaian bibit jambu mete. Sehingga ketersediaan benih dapat terpenuhi untuk para petani-petani yang nantinya akan dikembangkan secara kawasan," ujar Kasdi.

Selain itu, Kasdi juga menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan pengembangan jambu mete ke depannya akan diintegrasikan dengan budidaya jagung. 

“Jagung bisa saja nantinya ditanam di sela-sela jambu mete,” ungkap Kasdi yang turut mendampingi kunjungan Menteri Pertanian ke Kabupaten Muna. [RN]
 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020