trubus.id
Life » Benjamin Vidmar, Hasilkan Sayuran Segar di Tengah...
Benjamin Vidmar, Hasilkan Sayuran Segar di Tengah Hamparan Salju Antartika

Benjamin Vidmar, Hasilkan Sayuran Segar di Tengah Hamparan Salju Antartika

Syahroni - Senin, 20 Mei 2019 22:03 WIB

Trubus.id -- Spitsbergen adalah salah satu pulau di Svalbard yang merupakan daerah berpenduduk paling utara di dalam Lingkaran Arktik. Di pulau yang terletak di antara Norwegia dan Kutub Utara ini, bercocok tanam adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Maklum saja, selama 3 bulan dalam setahun, wilayah ini gelap gulita dan tertutup salju yang tebal. 

Namun demikian, kondisi ini tidak menyurutkan niat seorang warga Amerika bernama Benjamin Vidmar untuk merubah semua itu. Dengan kegigihannya, ia melakukan hal yang tak terpikirkan orang lain. Dilansir dari BBC, di tempat tersebut, Vidmar menanam sayuran segar untuk masyarakat setempat.

Benjamin Vidmar sendiri telah bekerja sebagai koki di seluruh dunia. Namun menjadi sebuah kebetulan ketika ia berakhir di pulau Spitsbergen Norwegia, di Lingkaran Arktik. 

Di negara itu, ia memperhatikan pola hidup warga sekitar. Ia melihat, jika ingin mengonsumsi sayuran, warga Svalbard harus membelinya dari Norwegia. Sayangnya, sayuran datang dalam kemasan plastik yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi sampah plastik juga emisi karbondioksida.

Vidmar ingin mengubah hal itu. Dia pun mencoba bercocok tanam. Padahal, saat musim dingin, suhu di Svalbard bisa mencapai minus 30 derajat celcius dan matahari tidak akan bersinar selama empat bulan. Sementara itu, di musim panas, matahari bisa bersinar selama 24 jam.

Vidmar kemudian keluar dengan sebuah solusi. Dia menggunakan kubah transparan yang berfungsi seperti rumah kaca untuk menumbuhkan sayuran di musim panas dan melakukan budidaya microgreens di dalam ruangan, saat musim dingin.

Ia juga mengembangkan sistem pengomposannya sendiri. Tujuannya adalah untuk menyediakan makanan segar, bersumber secara lokal untuk masyarakat bersama dengan sistem pembuangan limbah berkelanjutan dengan mengembangkan solusi global untuk produksi makanan dalam proses. 

Sekarang, setelah berhasil bercocok tanam di udara ekstrem, dia ingin membuka restoran sendiri yang beroperasi tanpa menghasilkan limbah. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020