trubus.id
Biro O2, Mobil Listrik Mungil yang Terbuat dari 80 Persen Limbah Plastik Daur Ulang

Biro O2, Mobil Listrik Mungil yang Terbuat dari 80 Persen Limbah Plastik Daur Ulang

Syahroni - Senin, 13 Mei 2019 19:34 WIB

Trubus.id -- Belum lama ini, studio design Mandalaki memperkenalkan sebuah inovasi baru moda transportasi yang ramah lingkungan. Tak hanya bahan bakarnya yang mengandalkan listrik, material yang digunakan untuk membangun mobil ramah lingkungan ini juga terbuat dari limbah plastik daur ulang.

Dilansir dari DigitalTrends, Senin (13.5), mobil listrik yang diberinama Biro O2 ini pertama kali dimunculkan ke publik di acara Milan Desain Week yang diselenggarakan belum lama ini. Dalam pameran itu, mobil dengan 80 persen material daur ulang yang dibuat oleh perusahaan Italia bernama Estrima itu menarik minat banyak kalangan.

Mobil berukuran mini yang dilengkapi 2 kursi kecil ini untuk sementara hanya dijual di daratan Eropa. Mobil kota berpenggerak listrik atau Electric Vehicle (EV) ini sangat cocok dengan mobilitas di perkotaan yang padat. Ukurannyanya yang kecil pun memudahkannya untuk parkir di areal seluas parkir skuter saja.

Mobil ini sendiri dilengkapi dengan baterai yang dapat dilepas dalam casing dengan roda dan pegangan teleskopik sehingga pemilik dapat dengan mudah menarik baterai ke rumah atau kantor untuk mengisi daya.

Tidak seperti kebanyakan kendaraan konsep ramah lingkungan lainnya yang hanya tampil purwarupa, Estrima dan Mandalaki justru antusias dan berharap dapat menjual Biro O2 pada Juli mendatang.

Biro 02 dibangun menggunakan material ampas plastik yang diolah oleh Mandalaki menjadi bubuk halus. Serbuk tersebut kemudian digunakan dalam proses pencetakan untuk membuat bagian struktural mobil Birò O2. Mandalaki kemudian membangun bagian-bagian Birò O2 yang tersisa dari plastik non-daur ulang, terutama PVC.

Desainer Mandalaki, Enrico De Lotto menuturkan, pihaknya mencoba mengembangkan proyek yang dapat memiliki dampak nyata pada kehidupan masyarakat, dan tidak hanya membuat hal-hal yang menarik untuk dilihat. 

“Proyek harus fungsional dan menyelesaikan kebutuhan. Untuk alasan ini, kami mulai bekerja pada gagasan mobilitas listrik yang dinaikkan pada tahap maksimum berkelanjutan,” terang De Lotto.

Mereka berharap bahwa Biro bisa menjadi mitra yang sempurna untuk mengembangkan konsep mobil listrik karena modelnya sangat minimalis. 

“Dari sini kami mulai memikirkan unsur-unsur mobil yang dapat kami lakukan dan dapat mendaur ulang. Lebih sedikit bagian berarti lebih sedikit plastik, lebih sedikit barang untuk diproduksi, lebih sedikit berat untuk bergerak, dan sebagainya,” jelas De Lotto.

Sebagai informasi, mobil listrik Birò O2 sendiri memiliki kemampuan jelajah yang terbilang jauh. Jangkauan mengemudi dari kendaraan listrik ini diklaim sanggup menyentuh jarak hingga 62 mil atau setara dengan 99 km per pengisian daya. Sementara kecepatan tertingginya mencapai 40 mil atau sekitar 64 km per jam.

Setelah peluncuran komersial Biro O2 pada Juli, Mandalaki dan Estrima menyebut akan berkonsentrasi pada tantangan berikutnya. Mereka bertekad untuk menghasilkan mobil yang terbuat dari plastik daur ulang 100 persen akhir 2020 mendatang. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020