trubus.id
Sleman Andalkan Sektor UMKM Tekan Angka Kemiskinan

Sleman Andalkan Sektor UMKM Tekan Angka Kemiskinan

Thomas Aquinus - Minggu, 12 Mei 2019 20:00 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengandalkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. 

"Sektor UMKM memiliki peran dan potensi besar dalam menyumbang penurunan angka kemiskinan. Baik itu melalui nilai produk yang dihasilkan maupun dari penyerapan tenaga kerja," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sleman Pustopo di Sleman, Minggu (12/5).

Menurutnya, saat ini di Sleman ada sekitar 36 ribu UMKM, namun data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman jumlah UMKM di Sleman mencapai 100 ribu lebih.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Gandeng 3 Perguruan tinggi Susun Strategi Nasional Pengembangan UMKM

"Karena data di BPS digabung dengan sektor pertanian sedangkan data kami ini memisahkan antara sektor pertanian," ujarnya.

Pustopo menilai, banyaknya jumlah UMKM berpeluang besar menyerap 70 ribu tenaga kerja yang bisa terserap.

"Asumsinya satu UMKM ada dua orang tenaga kerja, dan penghasilannya UMR, maka bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Harapannya kemiskinan bisa menurun," ujarnya.

Baca Lainnya : BI Targetkan 9 Produk UMKM Masuk Supermarket di Singapura

Untuk itu, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap UMKM melalui perangkat desa. Namun masih ada kendala dalam hal pendataan.

"Namun ada perangkat desa yang peduli terhadap UMKM, dan ada juga yang tidak peduli," ujarnya.

Diakuinya, saat ini masih ada ketimpangan seperti UMKM yang berkembang pesat ada yang tidak. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan program untuk UMKM naik kelas dengan melakukan pendampingan dan pelatihan serta fasilitasi.

Baca Lainnya : Meningkatkan Kapasitas UMKM Menjadi Pelaku Bisnis yang Berkelanjutan

"Di Sleman ini terdapat Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha," ujarnya.

Dari jumlah UMKM di Sleman tersebut, diketahui sebanyak 26 ribu masih termasuk dalam usaha mikro dengan modal usahanya masih kisaran Rp50 juta ke bawah.

"Jumlah UMKM memang banyak tapi mikro, makanya kami dorong agar bisa naik kelas," ujarnya. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020