trubus.id
Petugas Sita Ribuan Makanan Kadaluarsa dan Teri Berformalin dari Pasar di Kulonprogo

Petugas Sita Ribuan Makanan Kadaluarsa dan Teri Berformalin dari Pasar di Kulonprogo

Syahroni - Sabtu, 11 Mei 2019 13:00 WIB

Trubus.id -- Ribuan bungkus makanan dan minuman kadaluarsa serta makanan mengandung pengawet berbahaya disita petugas gabungan dari Satpol PP. Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo, dari Pasar Dekso, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Jumat (10/5).

Temuan itu didapat saat petugas gabungan menggelar operasi guna mengamankan kebutuhan pokok masyarakat dari zat-zat berhaya di bulan Ramadan. Dalam kegiatan itu, 1.438 bungkus makanan dan minuman rusak serta kadaluarsa ditemukan di kios milik seorang pedagang berinisial S (39). Di antaranya ada produk yang sudah kadaluarsa pada 2017 namun masih dipajang untuk dijual oleh pemilik kios.

Baca Lainnya : Pastikan Jajanan di Ramadan Fair Aman Dikonsumsi, BBPOM Medan Gelar Sidak

Tak hanya makanan kadaluarsa, petugas juga mendapatkan bahan makanan mengandung zat berbahaya. Bahan makanan itu adalah ikan teri mengandung formalin. Barang bukti itu didapat petugas dari beberapa pedagang setelah dilakukan uji sampel. Dari pedagang pertama, ditemukan 6,5 ons teri berformalin dan dari pedagang kedua ditemukan 1,3 kilogram teri serupa.

Baca Lainnya : Satu Keluarga Keracunan Takjil Terkontaminasi Bakteri, Dinkes Cilegon Razia Pedagang Dadakan

Para pedagang mengaku, ikan teri mengandung zat berbahaya itu diperoleh dari Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. Namun ada juga yang mengaku mendapatkannya dari sales yang datang langsung ke lapak mereka. 

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulon Progo, Qumarul Hadi mengatakan, barang bukti itu terpaksa diamankan untuk kemudian dimusnahkan. Sementara para pedagang yang kedapatan menyalahi aturan akan diminta menandatangai surat pernyataan untuk tak mengulangi perbuatannya.

"Barangnya kami sita karena dikhawatirkan pedagangnya kembali memajang produk makanan dan minuman kadaluarsa tersebut atau menjual ikan asin berformalin lagi. Ini kan berisiko mengancam kesehatan konsumen. Apalagi, beberapa produk biasa dikonsumsi anak-anak," katanya dilansir dari Tribun Jogja, Jumat (10/5). [RN]

 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020