trubus.id
Viral Kurma Asal Timur Tengah Terpapar Virus Corona, Begini Penjelasannya

Viral Kurma Asal Timur Tengah Terpapar Virus Corona, Begini Penjelasannya

Syahroni - Senin, 06 Mei 2019 23:00 WIB

Trubus.id -- Di bulan Ramadan, permintaan buah kurma sebagai makanan pembuka puasa tengah meningkat tajam. wajar saja, buah khas padang pasir ini memang sudah sangat lama menjadi santapan wajib umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan. 

Namun belakangan, beredar kabar adanya buah kurma di pasaran yang berbahaya bagi kesehatan. Buah kurma itu disebut-sebut mengandung virus corona yang dibawa dari hewan kelelawar.

Tudingan itu sendiri tengah ramai diperbincangan setelah diunggah di media sosial hingga menjadi viral beberapa waktu belakangan ini. Dalam unggahannya dituliskan, peringatan mencuci kurma dikeluarkan atas anjuran para dokter, menteri kesehatan di Timur Tengah. Langkah itu sebaiknya diambil karena tahun ini banyak kelelawar hidup di pohon-pohon kurma dan memakannya. Binatang inilah yang membawa virus corona. 

Baca Lainnya : Waspada, Virus MERS Muncul Lagi

Namun, ketika ditelusuri ternyata informasi ini hanya hoax belaka. Unggahan yang sama diketahui sempat viral di berbagai media sosial dan aplikasi percakapan di Malaysia pada 2017 silam. 

Pakar kesehatan dr. Eko Budidharmaja seperti dilansir dari stophoax.id menilai, kabar yang mengatakan dokter dan menteri kesehatan di Timur Tengah menganjurkan agar mencuci bersih kurma sebelum dimakan karena mengandung virus corona yang dibawa kelelawar adalah tidak benar adanya. 

Menurut dr. Eko, mencuci kurma sebelum mengonsumsinya, juga tidak akan mampu mensterilkan virus. Coronavirus cenderung ditularkan lewat udara, khususnya dari orang-orang yang sudah terpapar virus ini lewat bersin dan batuk.

Jika ada yang menyebut virus ini bisa disebarkan oleh kelelawar, kemungkinan besar informasi tersebut tidak benar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) ataupun Kementerian Kesehatan dari negara-negara Timur Tengah tidak mengeluarkan saran atau peringatan apapun tentang kontaminasi virus corona melalui kelelawar.

Baca Lainnya : Hati-hati, Kontak Langsung dengan Ayam Bisa Terkontaminasi Virus Berbahaya

Virus corona atau coronavirus memiliki nama lengkap Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV). Virus ini baru ditemukan pada Maret 2012 di Saudi Arabia. Virus ini bisa menyebabkan sindrom pernapasan yang ringan ataupun berat. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana penularan dari penyakit ini.

Kebanyakan, penelitian soal hewan pembawa virus, mengarah ke hewan khas Timur Tengah, unta. Hanya saja, belum jelas bagaimana mekanisme penularan virus ini dari hewan ke manusia. Demi mencegah datangnya infeksi virus ini, pakar kesehatan menyarankan untuk memakai masker dan sering mencuci tangan dengan sabun jika berada di dalam penerbangan.

Atau, saat berkumpul bersama dengan orang banyak di satu ruangan dan berkunjung ke negara-negara Timur Tengah. Jika tidak ada air dan sabun, maka disarankan menggunakan cairan antiseptik yang memiliki kandungan alkohol demi membersihkan tangan dari virus atau kuman penyebab penyakit. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020