trubus.id
Penangkaran Penyu Ditutup, Hewan Langka Ini Berjuang untuk Bertahan Hidup

Penangkaran Penyu Ditutup, Hewan Langka Ini Berjuang untuk Bertahan Hidup

Diah Fauziah - Jumat, 03 Mei 2019 17:00 WIB

Trubus.id -- Pemerintah Singapura memutuskan untuk menggunakan kembali daerah yang sempat dijadikan penangkaran penyu. Maka dari itu, Connie Tan, pemilik Live Turtle and Tortoise Museum berusaha untuk mencari tempat baru dan juga biayanya yang tidak sedikit.

"Saya telah mengeluarkan banyak uang untuk tempat ini. Hal yang sangat sulit. Biaya kuliah anak saya telah digunakan untuk menjaga tempat ini tetap hidup," kata Connie.

Baca Lainnya : Semua Penyu Akan Berjenis Kelamin Betina Akibat Perubahan Iklim

Ayah Connie merupakan orang yang membuat tempat penangkaran penyu. Bahkan, tempat ini pernah mendapatkan penghargaan dari Guiness World Record karena memiliki penyu terbesar.

"Saya menghabiskan $250.000 (setara Rp2,6 miliar) untuk menyewa tempat ini selama dua tahun. Dan sekarang, saya kehabisan dana. Jika tidak bisa mendapatkan dana, saya khawatir dengan masa depan semua penyu yang ada di tempat ini," katanya, dikutip dari AFP.

Salah satu kura-kura yang ada di Live Turtle and Tortoise Museum Singapura. Foto: AFP.

Agar tempat penangkaran ini tetap eksis, Connie telah melakukan segala macam upaya. Bahkan, ia pernah meminta bantuan dari Perdana Menteri Lee Hsien Loong untuk memberinya tambahan waktu karena belum menemukan lokasi pengganti yang cocok.

Ada 700 penyu di tempat penangkaran yang baru di Yishun, sebuah daerah perumahan yang jauh dari tempat rekreasi dan pariwisata utama Singapura. Koleksi binatang telah dikumpulkan oleh keluarga Tan selama lebih dari 40 tahun.

Baca Lainnya : Habitat Penyu Semakin Terancam, Apa Penyebabnya?

"Kura-kura mungkin tidak bereaksi terhadap orang sebanyak yang dilakukan anjing. Tapi, mereka memiliki kemampuan untuk berkomunikasi jika Anda memperhatikan mereka. Jadi, orang-orang yang ingin membeli kura-kura harus siap untuk menerima mereka apa adanya," jelasnya.

Museum ini juga menampung kura-kura dari Afrika yang dipacu dan kura-kura bintang asal India. Kedua hewan tersebut sering diambil dari alam untuk perdagangan hewan peliharaan yang eksotis. Padahal, keduanya digolongkan oleh IUCN sebagai rentan punah. [DF]

 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020