trubus.id
Rampung Digarap, Embung Giriroto Aliri Irigasi Cengklik Seluas 74 Hektare

Rampung Digarap, Embung Giriroto Aliri Irigasi Cengklik Seluas 74 Hektare

Binsar Marulitua - Minggu, 28 Apr 2019 09:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah tampungan air melalui pembangunan embung di seluruh Indonesia. Salah satu embung yang telah rampung digarap pembangunannya adalah Embung Giriroto di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

"Luas Embung Giriroto adalah 1,3 hektar, dengan kedalaman 6 meter dan volume 48.000 m3. Manfaat Embung Giriroto untuk menambah supply air Daerah Irigasi Cengklik seluas 74 hektare. Kini sudah ramai dimanfaatkan oleh masyarakat setempat," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Charisal Akdian Manu dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Pembangunan Embung Giriroto dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ditjen Sumber Daya Air dengan anggaran sebesar Rp12,14 miliar dan kontraktor PT.Parto Adhi Nugroho.  

Baca Lainnya : Pembangunan Embung dan Irigasi Tersier Bangkitkan Lahan Marginal

Sebelum adanya embung tersebut, Desa Giriroto yang terletak di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu desa yang memanfaatkan jaringan irigasi yang bersumber dari Waduk Cengklik. Waduk tersebut semula dibangun oleh pemerintah Belanda guna penyediaan air tanaman tebu untuk pabrik gula Colomadu. 

Area irigasi di Desa Giriroto seluas 156 Ha berada di paling hilir dari jaringan Irigasi Cengklik. Setelah pabrik gula tidak beroperasi dan karena perubahan pola tanam dari tanaman tebu menjadi padi dan palawija maka terjadi peningkatan kebutuhan air.

Baca Lainnya : 949 Embung Rampung Dalam 4 Tahun, Pengerjaan 104 Lainnya Terus Digarap

Sementara Waduk Cengklik terus mengalami penurunan kondisi jaringan dan keterbatasan air hingga akhirnya tidak berfungsi efektif sejak sekitar tahun 1998, sehingga akhirnya diperlukan pembangunan embung tersebut. 

Menurut data PUPR, pada tahun 2018, jumlah embung yang dibangun Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air sebanyak 103 embung. Dengan tambahan jumlah embung tersebut, maka selama empat tahun (2015 – 2018), jumlah embung yang dibangun sudah mencapai 949 buah.

Tahun 2019 akan dibangun tambahan 104 embung, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia sehingga total terbangun hingga 2019 akan mencapai 1.053 embung. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020