trubus.id
Sebelum 2 Dry Dam di Bogor Rampung, Banjir Kiriman Masih Akan Hantui Warga DKI

Sebelum 2 Dry Dam di Bogor Rampung, Banjir Kiriman Masih Akan Hantui Warga DKI

Syahroni - Jumat, 26 Apr 2019 17:30 WIB

Trubus.id -- Hujan deras yang mengguyur Bogor dan sekitarnya Kamis (25/4) kemarin mengakibatkan naiknya debit air di Bendungan Katulampa di Kabupaten Bogor dan Pintu Air Depok. Dampaknya, untuk mengurangi beban bendungan, pintu air dibuka sejak Kamis (25/4) malam. Efek hal ini pun dirasakan warga di hilir Sungai Ciliwung Jumat (26/4) pagi. 

Menurut data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sejak Jumat pagi 17 wilayah di Jakarta terdampak banjir kiriman ini. Ke-17 wilayah tersebut antara lain di Jakarta Selatan, yakni RW 07 Kel Lenteng Agung; RW 01 Kel Srengseng Sawah; RW 01 Kel Pengadegan; RW 07 Kel Rawajati; dan RW 05, 06, 07, 08 Kel Pejaten Timur. Ketinggian air banjir di kawasan tersebut rata-rata dari 20 sentimeter sampai 170 cm.

Sementara di wilayah Jakarta Timur, banjir menggenai daerah RW 02, 05, 08 Kelurahan Cawang; RW 05 Kel Balekambang; RW 04, 05, 08 Kelurahan Kampung Melayu, dan RW 07, 11 Bidara Cina.

Menanggapi kondisi ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut salah satu solusi dari pemprov untuk mengatasi banjir yang mengepung banyak kawasan di Ibu Kota kekinian, adalah dengan menunggu pembangunan dua bendungan di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Baca Lainnya : BPBD DKI Jakarta Terus Pantau Status Bendungan Katulampa Bogor

Bendungan itu merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Anies mengatakan, bendungan yang akan dibangun di Ciawi dan Sukamahi itu diklaim akan selesai akhir tahun 2019.

"Pada tempat itu (Jakarta) tidak ada hujan sebetulnya. Kita itu menerima air dari hulu, ketika di sana hujannya deras. Itulah yang dikerjakan, yaitu membangun dry dam (bendungan kering) di hulu. Ada dua bendungan Insya Allah selesai tahun ini," kata Anies di Kantor Dinas Teknik, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).

Bendungan dengan konsep kering ini diyakini Anies mampu mengontrol volume air dari Bogor yang masuk ke kawasan Jakarta.

Baca Lainnya : Ketinggian Air di Bendungan Katulampa Masih di Atas Normal, Warga Jakarta Waspada

"Kalau selesai tahun ini, maka bila terjadi hujan deras di Ciawi, Bogor airnya bisa ditahan. Jadi, datangnya air ke Jakarta tidak melimpah, tapi bisa dikendalikan volume aliran airnya. Maka 30 persen potensi langsung akan turun," jelas Anies.

Karenanya, selama proses pembangunan dua bendungan itu masih berjalan, warga Jakarta masih akan terus menerima air kiriman kalau terjadi hujan deras di Bogor. Pun kalau Jakarta tak hujan bakal tetap banjir.

"Saat ini sebelum selesai, air masih begitu saja datang. Itu titik yang kena limpahan air. Padahal Jakarta kan tidak ada hujan yang luar biasa di sini. Ini adalah contoh situasi banjir karena kiriman dari selatan," ucap Anies.

Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang masuk dalam 49 proyek bendungan baru pemerintah pusat era Presiden Jokowi itu masih berkutat dalam pembangunan fisik. Sebab, masih ada yang harus melewati tahap pembebasan lahan, meski proyeknya sudah dimulai sejak 2016. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020