trubus.id
Kiat » Sistem Sertifikasi Asal Korsel Akan Tingkatkan Kua...
Sistem Sertifikasi Asal Korsel Akan Tingkatkan Kualitas UKM Indonesia

Sistem Sertifikasi Asal Korsel Akan Tingkatkan Kualitas UKM Indonesia

Thomas Aquinus - Kamis, 25 Apr 2019 11:30 WIB

Trubus.id -- Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman mengapresiasi akan hadirnya sistem sertifikasi asal Korea Selatan bernama Innobiz dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing UKM Indonesia di pasar global.

"Selain itu, sistem Innobiz ini juga diharapkan dapat membangun jejaring bisnis UKM di Indonesia. Saya juga berharap akan tercipta satu transfer teknologi bagi UKM Indonesia," ujar Hanung saat membuka pertemuan Proposal for The Innobiz Project di Jakarta, Rabu (24/4).

Menurut Hanung, langkah tersebut perlu dilakukan karena UKM di Indonesia memiliki peranan penting bagi perekonomian dalam kontribusi terhadap PDB nasional hingga menciptakan lapangan kerja. 

Baca Lainnya : Objek Wisata Berhasil Dorong Pertumbuhan UMKM di Sleman

"Kita memiliki 62,9 juta unit skala UKM. Ini menjadi tantangan kita untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar domestik dan global. Terutama dalam hal pemanfaatan teknologi," ujar Hanung, seperti dikutip dari Wartaekonomi.

Menurutnya, selain menjajaki kerja sama dengan Innobiz Korsel, Pemerintah Indonesia sebelumnya sudah memiliki standar nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan penetrasi pasar UKM di pasar domestik.

"Kita juga memiliki program standardisasi mutu dan produk, di samping fasilitasi merek dan kemasan hingga fasilitasi produk UKM untuk ekspor," katanya.

Baca Lainnya : Calon Wirausaha Baru UMKM Malang Lakukan Pelatihan Soal Rotan Sintetis

Selain itu, berbagai insentif pun sebenarnya sudah diberikan untuk UKM dalam meningkatkan daya saing produknya di pasaran, salah satunya adalah tax holiday.

"Jadi, kerja sama dengan sistem sertifikasi Innobiz ini bisa kita pertimbangkan sebagai salah satu syarat untuk mendapat insentif dari pemerintah. Di samping untuk meningkatkan sistem sertifikasi di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring menyampaikan bahwa kerja sama pengembangan UKM dengan Korsel sudah dimulai sejak 2010 dalam ajang ASEM Forum di Seoul.

"Sudah terjalin MoU antara Menteri Koperasi dan UKM RI dan Menteri UKM Korea, yang diwujudkan dalam pengembangan Green Business Center yang masih berjalan hingga saat ini," ujar Meliadi.

Baca Lainnya : UI Ungkap Jadi Mitra Ojek Online Tingkatkan Pendapatan UMKM

Menurutnya, kerja sama Indonesia dengan Korsel merupakan kombinasi ideal yang bisa melahirkan win-win solution bagi pengembangan UKM kedua negara.

"Kita memiliki SDM yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah, sedangkan Korea sangat mumpuni dalam hal teknologi. Ini kombinasi yang sangat ideal dan logis," katanya.

Kesempatan ini sejalan dengan fokus pembangunan ke depan Indonesia yang fokus dalam peningkatan kualitas SDM. "Itu juga yang mendasari pertemuan dengan pihak Innobiz Korea. UKM kita perlu kita tingkatkan kualitas dan daya saingnya agar mampu bersaing dalam perdagangan domestik dan global. Sistem sertifikasi Innobiz ini bisa kita gunakan dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan budaya Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Vice Chairman of Innobiz, Kim Jong Kil mengungkapkan, bahwa saat ini anggota Innobiz di Korsel telah mencapai 18 ribu perusahaan yang didominasi kelas UKM. 

"Hasilnya, anggota Innobiz mampu membukukan nilai penjualan sebesar 300 triliun Won dengan kontribusi terhadap PDB Korea sebanyak 17%," ujar Kim.

Baca Lainnya : UMKM Harus Berbasis Digital Supaya Dapat Bersaing dengan Perusahaan

Kim merinci, dengan sistem Innobiz, UKM Indonesia yang bersertifikat pemerintah akan didorong melakukan inovasi hingga mampu menghasilkan riset dan pengembangan (research and development) yang sistematik. 

"Tugas pemerintah Indonesia dalam peningkatan kualitas SDM, bisa kita lakukan bersama dengan teknologi tinggi yang Korea miliki. Apalagi, perubahan iklim usaha global berubah secara cepat. Oleh karena itu, kita harus fokus dalam pengembangan pasar domestik dan juga global," tandasnya. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020