trubus.id
Setelah Raknamo dan Rotiklot, Kementerian PUPR  Kembali Bergegas Selesaikan 3 Bendungan di NTT

Setelah Raknamo dan Rotiklot, Kementerian PUPR Kembali Bergegas Selesaikan 3 Bendungan di NTT

Binsar Marulitua - Rabu, 24 Apr 2019 15:00 WIB

Trubus.id -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan 3 Bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Manikin di Kabupaten Kupang.

Sebelumnya, PUPR juga telah menyelesaikan pembangunan dua bendungan yakni Raknamo dan Rotiklot. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.

Secara keseluruhan pembangunan tujuh bendungan yang ditargetkan akan menampung air sebanyak 188 juta m3 yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi, sumber air baku, pembangkit listrik dan pariwisata.

Baca Lainnya : Jokowi Tetap Komitmen Bangun Bendungan Meski Serapan Pengairan Sawah Rendah

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” jelas Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya yang diterima Trubus.id di Jakarta, Rabu (24/4).

Progres pembangunan Bendungan Napun Gete sendiri saat ini sudah mencapai 63,21% dengan target selesai tahun 2020. Total nilai kontrak pembangunannya sebesar Rp884 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero).

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 14,34 juta m3 dengan luas genangan 99,78 hektare (Ha). Manfaatnya akan dapat mengairi irigasi seluas 300 Ha, menyediakan air baku sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 m3/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Selanjutnya, Bendungan Temef memiliki luas genangan 380 Ha dengan kapasitas tampung 45,78 m3 untuk mengalir irigasi 600 Ha, air baku 10 liter per detik dan potensi tenaga listrik sebesar 2,6 megawatt. Total biaya pengerjaan bendungan ini mencapai Rp1,5 triliun dengan masa waktu pelaksanaan 2017-2021. Pembangunan dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya.

Bendungan Manikin merupakan bendungan yang baru dimulai pengerjaannya tahun 2019 setelah kontraknya ditandatangani pada akhir Desember 2018 silam dengan kontraktor pelaksana adalah PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan. Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung 28,2 juta m3 dengan biaya konstruksi sebesar Rp1,9 triliun. Keberadaan bendungan ini diharapkan untuk menyediakan air baku di Kabupaten Kupang dengan debit sebesar 0,7 m3 per detik, irigasi 310 hektare lahan pertanian, pengendalian banjir 600 m3/detik, pengembangan pariwisata, serta pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan daya 0,1 MW.

Baca Lainnya : Bendungan Logung Mampu Mengairi 5.296 Ha, Juga Jadi Destinasi Wisata Baru

Kementerian PUPR juga akan menambah dua bendungan lain yakni bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo dan Kolhua di Kota Kupang. Keduanya saat ini masih dalam tahap desain. Selain bendungan, Kementerian PUPR melalu Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Ditjen Sumber Daya Air juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Pada tahun 2019 Kementerian PUPR menganggarkan Rp 202 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi di enam lokasi sepanjang total 315 Km. Tiga lokasi diantaranya Daerah Irigasi (DI) Bendungan Ratiklot di Kabupaten Belu, DI Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya, dan DI Wae Mantar di Kabupaten Manggarai. 

Pembangunan jaringan transmisi air baku dari Bendungan Rotiklot sepanjang 30 Km juga dianggarkan tahun 2019 sebesar Rp 20 miliar. Kemudian pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di bendung Mautenda Kabupaten Ende dan Baing di Kabupaten Sumba Timur sepanjang 58 kilometer. Biaya pengerjaan fisiknya sebesar Rp99 miliar dari anggaran tahun 2019. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020