trubus.id
Pengamat Pertanian: Persediaan Bawang Putih Nasional Masuk Kategori Kritis

Pengamat Pertanian: Persediaan Bawang Putih Nasional Masuk Kategori Kritis

Astri Sofyanti - Rabu, 10 Apr 2019 18:30 WIB

Trubus.id -- Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang belum mengizinkan impor 100 ribu ton bawang putih hangat dibicarakan. Namun menurut Pengamat Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Andreas Dwi Santosa, pernyataan itu kurang tepat karena kebutuhan bawang putih saat ini tengah meningkat namun tidak disertai dengan stok yang ada.

Dirinya mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan bawang putih, Indonesia sebenarnya belum bisa lepas dari impor. Apalagi kebutuhan bawang putih nasional saat ini sudah mencapai mencapai 560 ribu ton. Sementara, produksi bawang putih nasional belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Meski begitu, saya yakin Pak Enggar (Mendag) tahu benar kondisi yang sesungguhnya,” kata Andreas ketika dihubungi Trubus.id, Rabu (10/4).

Baca Lainnya : Mendag: Impor Bawang Putih Hanya untuk Kondisi Darurat

Diakui Andreas, kondisi stok bawang putih nasional saat ini sudah masuk dalam kategori kritis. Pasalnya pemerintah terakhir kali melakukan impor bawang putih sebanyak 136 ribu ton pada bulan Desember 2018 silam. Saat permintaan meningkat dan stok menipis, dampaknya harga bawang putih saat ini jadi melonjak tajam.

"Yang perlu dicatat adalah, selama tiga bulan terakhir dari Januari-Maret 2019, Kementerian Pertanian tidak mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), padahal kebutuhan bulanan konsumsi bawang putih nasional sebanyak 49 ribu ton," tambahnya.

Baca Lainnya : Impor Bawang Putih 100 Ribu Ton Disarankan untuk Ditunda

Sebelumnya diberitakan, Mendag mengakui ketersediaan bawang putih yang ada di gudang-gudang eksportir saat ini merupakan sisa kedatangan tahun lalu. Namun ia menyebut stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga beberapa waktu ke depan.

“Jadi importir tidak mendatangkan lagi bawang putih impor dari luar negeri,” jelas Enggar.

Enggar juga menegaskan, sebelumnya telah memeriksa gudang-gudang yang dimiliki pengusaha importir.

“Semua sudah kita periksa, stok tidak banyak tapi cukup. Stok itu yang kita suruh keluarkan. Karena kalau tidak nanti bisa dikatakan menimbun,” ungkapnya lagi. [RN]

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020