trubus.id
Peristiwa » Aktivis Selamatkan Puluhan Satwa Kelaparan dari Ke...
Aktivis Selamatkan Puluhan Satwa Kelaparan dari Kebun Binatang Gaza

Aktivis Selamatkan Puluhan Satwa Kelaparan dari Kebun Binatang Gaza

Syahroni - Senin, 08 Apr 2019 23:00 WIB

Trubus.id -- Blokade yang dilakukan Israel dan Mesir membuat perekonomian di Gaza semakin terpuruk. Sejak langkah itu dilakukan 10 tahun belakangan dengan alasan keamanan karena kelompok Hamas mengambil kendali wilayah itu pada 2007 silam, tak hanya rakyat yang kesusahan. Hewan di kebun binatang juga terkena dampaknya.

Yah, itulah yang terjadi di sebuah kebun binatang di selatan Gaza. Karena blokade oleh Israel dan Mesir, pemilik kebun binatang tak lagi mampu memberi kehidupan yang layak kepada hewan-hewan di kebun binatang tersebut.

Baca Lainnya : Dua Gajah Afrika Mati di Kebun Binatang AS, Virus Ini Dituding Sebagai Biang Keladinya

Dilansir dari Reuters, hewan-hewan malang yang terancam mati karena kelaparan itu kini sudah berhasil diselamatkan. Lima ekor singa, lima monyet, empat burung unta, tiga burung merak, dua serigala, dan seekor hyena kini direlokasi ke Yordania oleh kelompok penyayang binatang Four Paws, setelah sekian lama mengecam kondisi kebun binatang yang memprihatinkan.

Tak hanya hewan buas, Four Paws juga menyelamatkan beberapa hewan lainnya, seperti anjing, kucing, rubah, landak, dan tupai dari kebun binatang tersebut. Sementara itu, pemilik kebun binatang di Rafah, Gaza, Fathy Jomaa menyalahkan kondisi ekonomi yang buruk akibat blokade yang membuatnya tidak bisa mensejahterakan hewan-hewan di sana. 

Ia bahkan mengaku sudah tidak sanggup memberi makan mereka dengan baik. Akibatnya, timbul kematian dan nasib malang hewan-hewan di kebun binatang itu. Sejak saat itu ia mendapat kecamatan dari berbagai kelompok perawatan hewan. 

Baca Lainnya : Kelaparan, Hewan di Kebun Binatang Venezuela Saling Memangsa

Diketahui, empat anak singa mati dengan kondisi kedinginan saat badai yang menerjang pada bulan Januari lalu. Jomaa mengungkapkan, seekor monyet membunuh hewan lainnya dan seekor landak mati tanpa sebab. Hingga saat ini di kebun binatang hanya tersisa burung-burung saja. 

Kepala Otoritas Penyeberangan Darat di Kementerian Pertahanan Israel, Shlomo Saban mengatakan bahwa dalam sebuah pernyataan mereka menggunakan segala cara yang dimiliki pihak kementerian untuk membantu memindahkan satwa secepat mungkin. 

Menanggapi relokasi itu, Jomaa pun mengaku kehilangan hewan-hewan tersebut.

"Ini adalah keputusan yang sulit. Saya merasa seperti kehilangan keluarga saya. Saya tinggal bersama beberapa hewan itu selama 20 tahun. Saya harap mereka menemukan tempat yang lebih baik untuk hidup," kata dia. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020