trubus.id
Cegah Penyakit Kolera Menyebar, PBB Kirim 900.000 Vaksin ke Mozambik

Cegah Penyakit Kolera Menyebar, PBB Kirim 900.000 Vaksin ke Mozambik

Syahroni - Jumat, 29 Mar 2019 21:30 WIB

Trubus.id -- Setelah topan idai meluluh lantakkan negara mereka, warga Mozambik kini harus berhadapan dengan bahaya baru. Yah, wabah penyakit kolera dilaporkan terus menyebar di negara tersebut. Jumlah penderita pun setiap harinya dilaporkan terus bertambah.

Pejabat kesehatan Mozambik, Ussein Isse mengatakan, hingga Kamis (28/3) kemarin pihaknya telah menerima laporan kasus kolera sebanyak 139. Untuk itu, pihaknya kini gencar melakukan vaksinasi massal guna membendung penyebaran penyakin mematikan itu.

Baca Lainnya : Usai Terjangan Topan Idai, Ancaman Penyakit Kolera Hantui Mozambik

"Total jumlah kasus kolera saat ini tercatat mencapai 139 kasus," kata Ussein Isse, kepada AFP, Jumat (29/3).

Sementara itu, hingga saat ini badan organisasi dunia PBB pun terus memusatkan perhatiannya ke Mozambik dan negara-negara yang berdekatan dengannya usai pascabencana topan idai. Hingga wabah kolera merebak, mereka juga belum beranjak. Saat ini, 900.000 vaksin kolera pun telah dikirimkan ke Mozambik untuk membantu warga disana.

Pejabat Badan Kesehatan Dunia (WHO), David Wightwick mengatakan, vaksinasi massal kolera akan dilangsungkan mulai pekan depan seiring tibanya bantuan vakin yang diperkirakan akan tiba hari Senin (1/4) mendatang. Para pejabat menyebut kampanye vaksinasi dijadwalkan akan dimulai Rabu (3/4), dengan harapan dapat mencegah semakin luasnya penyebaran penyakit yang ditimbulkan akibat buruknya sanitasi ini.

Baca Lainnya : Topan Idai Menewaskan 437 Orang di Afrika, Sebagian Wilayah Masih Terisolir

Penyakit kolera sendiri dapat menyebabkan terjadinya diare akut yang dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian hingga tidak diobati. Wightwick mengatakan kepada reporter di Beira bahwa sembilan pusat perawatan kolera sedang disiapkan di sekitar Provinsi Sofala, yang terdampak paling buruk akibat topan Idai.

Sementara, PBB dalam sebuah pernyataan menyatakan pihak berwenang telah melaporkan sekitar 2.500 kasus diare akut, namun belum seluruhnya dipastikan sebagai dampak penyakit kolera. Dikatakan Wightwick, vaksinasi akan melindungi puluhan ribu orang yang selamat dari ancaman penyakit mematikan itu selama sekitar tiga bulan.

"Itu memberi kita waktu untuk melakukan vaksinasi lebih lanjut apabila diperlukan," ujarnya. [RN]

 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020