trubus.id
Sungai Bengawan Solo Meluap, Ratusan Hektare Sawah di Bojonegoro Terendam Banjir

Sungai Bengawan Solo Meluap, Ratusan Hektare Sawah di Bojonegoro Terendam Banjir

Astri Sofyanti - Kamis, 07 Mar 2019 14:00 WIB

Trubus.id -- Akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir mengakibatkan Kali Kening dari Tuban yang mengarah langsung ke Sungai Bengawan Solo meluap. Kondisi ini mengakibatkan ratusan hektare sawah yang berada di beberapa desa di Kecamatan Trucuk, Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, terendam banjir.

Kondisi ini dibenarkan oleh, seorang petani Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Tamran. Dirinya menjelaskan, tanaman padinya yang terendam banjir mencapai satu hektare. Padahal diakuinya tanaman padi itu sudah siap panen. Sementara sebagian lahan lainnya baru berumur satu bulan.

“Sawah saya rusak semua, padahal sebagian sudah mau panen,” ujarnya di Bojonegoro, Jawa Tengah, Kamis (7/3).

Baca Lainnya : Banjir dan Tanah Longsor Landa Gunungkidul

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan kerusakannya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Diakui Tamran, dirinya tidak mengikut sertakan tanaman padinya ke asuransi usaha tanaman oadi (AUTP).

“Semua petani di sini tidak ada yang mendaftar AUTP,” ujarnya kembali.

"Saya tidak mengikutkan tanaman padi saya mendaftar asuransi usaha tanam padi (AUTP) termasuk semua petani di desa saya untuk tanaman padinya juga tidak didaftarkan masuk AUTP," ujar dia yang kemudian dibenarkan oleh Santoso dan Suminto.

Baca Lainnya : Lagi, 6.361 Rumah Warga di Bandung Terendam Banjir

Petani lain, Suminto, mengungkapkan, selain tanaman padi di Desa Guyangan, sawah yang ada di Jogo Tirto Desa Guyangan, semua tanaman padi di Desa Mori, Sumberjokentong, dan Trucuk, di Kecamatan Trucuk, juga terendam air banjir.

Selain itu, luapan air Kali Kening juga merusak tanaman padi dan tebu di Desa Margorejo, Brangkal, dan desa lainnya di Kecamatan Parengan, Tuban.

"Tanaman padi ini sebenarnya belum waktunya dipanen, tapi karena terendam air banjir terpaksa dipanen paksa," terang Suminto.

Sementara itu, pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, mengaku belum menerima laporan data kerusakan areal pertanian yang disebabkan banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang.

Baca Lainnya : Banjir Bandang Landa Madiun, Ketinggian Air Capai 5 Meter

"Belum ada laporan masuk dari kecamatan. Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro sekarang ini cenderung stabil," ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, ketinggian air Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, mencapai 14,52 meter (siaga kuning), Kamis pukul 10.00 WIB. Ketinggian air di TBS itu turun dibandingkan 1 jam lalu dengan ketinggian 14,53 meter.

Sementara ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu dari kota, pada waktu bersamaan 27,30 meter.

BPBD mengimbau warga tetap waspada, sebab diperkirakan ketinggian air di Bengawan Solo sudah masuk ke siaga merah, artinya volume air terus meningkat. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

27 Feb 2020
27 Feb 2020
27 Feb 2020

Baca Juga

Berita Lainnya