trubus.id
21 Titik di Jawa Tengah Berpotensi Terjadi Bencana Hidrometeorologi

21 Titik di Jawa Tengah Berpotensi Terjadi Bencana Hidrometeorologi

Astri Sofyanti - Kamis, 07 Mar 2019 11:00 WIB

Trubus.id -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani Semarang, Achadi Subarkah Raharjo melaporkan, 21 titik wilayah di Jawa Tengah berpotensi hujan lebat akibat terjadinya fenomena atmosfer yang bergerak merambat dari barat Samudera Hindia. Pemantauan yang dilakukan BMKG menunjukkan adanya pergerakan teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO).

“Saat ini MJO tengah bergerak melintasi wilayah Jateng, imbasnya yakni akan terjadi intensitas hujan lebat setiap hari,” demikian disampaikan Achadi di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/3).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, fenomena atmosfer ini bisa memicu bencana hidrometeorologi, seperti seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi di laut, yang diperkirakan mengancam hingga beberapa hari ke depan.

Baca Lainnya : Bencana Hidrometeorologi Berpotensi Melanda Indonesia Sepekan ke Depan

Dikatakan Achadi, sejumlah wilayah yang berpotensi tinggi dilanda bencana hidrometeorologi meliputi, Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Pemalang bagian selatan, Pekalongan bagian selatan, Batang bagian selatan, Kendal bagian selatan, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kabupaten Semarang, Saat, Boyolali, Sragen, Klaten, Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar.

Akibat pergerakan gelombang atmosfer tersebut, berpotensi meningkatkan curah hujan di daerah yang dilaluinya.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya Siklon Tropis 'HALEH' di Samudra Hindia dan daerah tekanan rendah di barat daya Jawa Tengah yang membentuk daerah pertemuan angin di Jawa Tengah serta memperkuat aliran udara dari arah Asia dengan membawa massa udara basah.

Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat khususnya di Jawa Tengah untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi curah hujan yang masih tinggi yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020