trubus.id
Desa Peduli Gambut Sebagai Percepatan Pembangunan Desa

Desa Peduli Gambut Sebagai Percepatan Pembangunan Desa

Thomas Aquinus - Selasa, 05 Mar 2019 16:00 WIB

Trubus.id -- Dinamisator Badan Restorasi Gambut (BRG) Kalbar, Hermawansyah, mengungkapkan sejak tahun 2017 pihaknya telah meluncurkan program Desa Peduli Gambut. Program tersebut merupakan kerangka penyelaras yang diorientasikan untuk mendorong percepatan pembangunan desa. 

"BRG menyadari desa-desa yang masuk dalam wilayah peta indikatif restorasi atau yang mengalami kebakaran hebat pada beberapa tahun lalu sebagian besar berstatus sangat tertinggal dan tertinggal. Karena itu BRG melalui program Desa Peduli Gambut ingin berkontribusi agar melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini juga bisa mendorong peningkatan status Indeks Desa Membangun," terang Hermawansyah, Senin (4/3).

Hermawansyah berharap desa-desa yang didampingi tersebut dapat terpenuhi indikator-indikator baik dari sektor ketahanan lingkungan, ketahanan ekonomi, maupun ketahanan sosial. Menurutnya, program Desa Peduli Gambut punya pendekatan komprehensif, dengan banyak kegiatan yang dilaksanakan, di antaranya pelatihan pengembangan BUMDes Desa Peduli Gambut. 

Baca Lainnya : Bakti Literasi Desa Membangun Gerakan Menulis dan Membaca Masyarakat

"BRG mempunyai tugas merestorasi seluas 2,49 juta hektare lahan gambut di tujuh provinsi target, termasuk di Kalimantan Barat. Untuk Kalimantan Barat, sejak tahun 2017 hingga kini BRG telah sudah mendamping sekitar 39 desa. Yakni 10 desa di Kayong Utara, 11 desa di Kubu Raya, 8 desa di Mempawah, dan 10 desa di Sambas," ujar Hermawansyah.

Dari 39 desa yang menjadi model best practice diupayakan masyarakat bisa mendorong munculnya komoditas-komoditas unggulan.

"Karena itu program Desa Peduli Gambut masuk ke desa melalui pintu undang-undang desa," tambah Hermawansyah.

Baca Lainnya : Tingkatkan Kapasitas SDM Perdesaan, Kemendes Resmikan BLM Ambon

Dirinya berharap Kabupaten Kubu Raya dapat menjadi model percepatan pembangunan desa, dimana hal tersebut juga bisa mendorong upaya penyelamatan ekosistem gambut dan pelestarian lingkungan.

Terkait hal tersebut, pihaknya juga kerap melakukan pelatihan di tingkat masyarakat dan pendampingan petani. 

"Dari sana diharapkan muncul komoditas-komoditas unggulan, Misalnya di Kubu Raya potensial nanas. Bagaimana bisa berkembang menjadi komoditas yang bisa masuk ke pasaran, begitu pula dengan produk-produk turunannya seperti selai, keripik, dan sebagainya," katanya.

Baca Lainnya : Mendes PDTT: Dana Desa Rp400 Triliun Selama 5 Tahun Kedepan Sangat Dimungkinkan

Selain itu pihaknya juga melatih kaum ibu desa untuk mengolah produk-produk dari komoditas petani yang berbasis lahan gambut menjadi komoditas produk pangan yang dijual ke pasaran. Jika komoditas tersebut mampu menjadi produk unggulan desa, maka BRG akan mendorong agar bisa diintegrasikan dengan penguatan BUMDes. 

"Sehingga pelan-pelan ke depan bisa menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu dukungan dari pemerintah daerah sangat diharapkan agar misi BRG juga bisa menjadi misi pemerintah daerah,” tandasnya. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020