trubus.id
Cegah Karhutla Berulang, Kepala BNPB Sarankan Pejabat Daerah Menginap di Perkampungan

Cegah Karhutla Berulang, Kepala BNPB Sarankan Pejabat Daerah Menginap di Perkampungan

Syahroni - Senin, 04 Mar 2019 21:00 WIB

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan di Riau terus berulang tiap tahunnya meski sejak tahun 2015 silam tidak menimbulkan bencana asap. Satu persen pemicunya disebabkan musim kemarau yang dimanfaatkan masyarakat, baik perorangan ataupun korporasi, untuk membuka kebun.

Setiap tahun, kebakaran lahan sebagian besarnya terjadi di lokasi yang sama, terutama lahan gambut. Tak lama setelah itu bekas terbakar ditemukan tanaman kebun, mulai dari sawit hingga karet.

Melihat hal ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo punya ide yang diyakininya mampu mencegah Karhutla berulang. Salah satunya pendekatan dengan cara gubernur, bupati, camat, polisi, TNI dan instansi terkait menetap beberapa hari di perkampungan.

Baca Lainnya : 8 Provinsi di Indonesia Berpotensi Alami Karhutla Besar pada Juni 2019

"Tidur dan bermalam di sana, semua unsur harus terlibat. Yakinkan masyarakat tentang kerugian membakar lahan, kalau gubernur dan bupati turun, saya rasa masyarakat menurut, apalagi Riau ini masyarakat penurut," kata Doni di Pekanbaru, Senin (4/3).

Doni kemudian mengutip sebuah perkataan pujangga 'Temuilah rakyatmu, hiduplah bersama mereka, mulailah dari apa yang mereka dimiliki'. Pendekatan ini dinilainya efektif juga pemerintah memahami kebiasaan masyarakat.

"Kan kasihan juga kalau masyarakat dipenjara, banyak itu, bisa penuh nanti penjara," sebut Doni.

Tak hanya pemerintah, Doni juga menyarankan pemerintah di Riau juga mengajak akademisi, sosiolog, antropolog dan ulama untuk tidur di perkampungan mensosialisasikan bahaya Karhutla. Pendekatan melibatkan berbagai aspek ini dinilainya akan ampuh.

Untuk universitas di Riau, Doni menyebut bisa mengutus mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) ke lokasi rawan terbakar. Perlu ada KKN tematik tentang lingkungan dan Karhutla agar kejadian yang menelan biaya besar untuk pemadamannya ini tak berulang tiap tahun.

Baca Lainnya : Cegah Karhutla, Gubernur Kalbar Ajak Warga Tanam Sayuran di Lahan Gambut

Di sisi lain, kegiatan keagamaan di Riau juga dipandang perlu memasukkan tema Karhutla dan lingkungan. Ulama ataupun ustadz bisa mengisi tentang bahaya kebakaran yang bisa membunuh satwa dan ekosistem.

"Berikutnya kalangan pengusaha dan relawan. Khusus pengusaha, kalau tidak melakukan kewajiban menjaga lahan bisa ditindak, tapi perlu tindakan preventif dulu," sebut Doni.

Kolaborasi semua kalangan tersebut dinyatakan Doni sangat penting. Begitu juga dengan peran media dalam mensosialisasikan setiap kegiatan ataupun pendekatan yang dilakukan pemerintah dengan unsur disebutkan tadi.

"Apalagi tahun ini ada El Nino terpanjang dalam 130 (tahun) terakhir, makanya sebelum kebakaran meluas, perlu ada pendekatan-pendekatan tadi," tegas Doni. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020