trubus.id
Mulai Hari Ini Kantong Plastik di Ritel Modern Tak Lagi Gratis

Mulai Hari Ini Kantong Plastik di Ritel Modern Tak Lagi Gratis

Astri Sofyanti - Jumat, 01 Mar 2019 15:00 WIB

Trubus.id -- Sejak 50 tahun terakhir, penggunaan plastik terus meningkat. Bahkan saat ini pengunaan plastik telah meningkat menjadi berkali-kali lipat.

Guru Besar Pengelolaan Udara dan Limbah Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Enri Damanhuri, mengatakan, setiap tahunnya sebanyak 44 persen sampah plastik nasional atau setara dengan 2,13 juta ton mencemari lingkungan.

Dari total sampah plastik nasional, baru 36 persen saja yang mampu ditangani dan dikumpulkan oleh Dinas Kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Sementara 20 persen sampah plastik dikelola oleh bank-bank sampah untuk didaur ulang (recycle).

Wacana pemerintah dalam pelarangan penyediaan kantong belanja plastik di toko ritel modern kurang sejalan dengan tujuan pengurangan dan pengelolaan sampah, yang tertera dalam Peraturan Pemerintah no.81 thn 2012 pasal 1 ayat 3 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah.

Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) per 1 Maret 2019 hari ini secara resmi kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG).

Roy Mandey Ketua Umum Aprindo, Kamis (28/2) menyatakan bahwa langkah nyata dari peritel modern untuk mengajak masyarakat (konsumen) lebih bijak menggunakan kantong plastik.

“Bersama-sama kita menanggulangi dampal negatif lingkungan akibat sampah plastik di Indonesia,” terang Roy melalui siaran pers yang diteria Trubus.id.

Roy juga menegaskan bahwa Aprindo siap mendukung upaya pemerintah untuk bersama-sama mengurangi konsumsi plastik khususnya kantong plastik sekali pakai.

“Aprindo turut serta secara aktif berkontribusi terhadap masalah tersebut, karena merupakan bagian dari masyarakat yang harus ikut serta bertanggung-jawab,” ucapnya.

Roy mengatakan, bagi konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik saat berbelanja di ritel modern akan dikenakan biaya tambahan minimal Rp200 untuk satu kantong plastik.

“Jadi kita menyarankan dan mengajak konsumen untuk menggunakan tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali,” tambah Roy.

 Diakui Roy, sosialisasi KPTG untuk konsumen akan mulai disosialisasikan di gerai-gerai ritel modern melalui pengumuman poster, sosial media serta ajakan langsung dari kasir.

Merespon hal tersebut, Manajer Humas Alfamart Budi Santoso menyatakan, sebagai salah satu anggota Aprindo akan mendukung atas kebijakan yang dikeluarkan terkait mulai diterapkannya kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) per 1 Maret 2019.

“Kebijakan Aprindo juga akan menjadi ketetapan pemerintah. Ketetapan yang diungkapkan Ketua Aprindo memang harga minimum sebesar Rp200, tapi ada juga kebijakan di beberapa perusahaan anggota lain di daerah-daerah tertentu bisa mencapai Rp500,” terang Budi saat dihubungi Trubus.id, Jumat (1/3).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, Aprindo secara merata menetapkan sebesar Rp200 per satu kantong plastik.

Dirinya mencontohkan di beberapa kota sudah menerapkan aturan pemerintah daerah setempat terkait pengurangan kantong plastik, seperti di Banjarmasin, Bogor hingga Bali.

“Pada prinsipnya kita akan menyampaikan kepada konsumen bahwa kantong plastik sudah tidak gratis lagi, ketika konsumen tidak membawa tas belanjaan, kalau memang mau menggunakan kantong plastik akan kita tawarkan dengan harga yang ditetapkan Aprindo yakni Rp200,” pungkasnya. 

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020