trubus.id
Pemerintah DIY Akan Pakai Teknologi RDF untuk Ubah Sampah jadi Briket

Pemerintah DIY Akan Pakai Teknologi RDF untuk Ubah Sampah jadi Briket

Syahroni - Kamis, 21 Feb 2019 22:30 WIB

Trubus.id -- Berbagai upaya dilakukan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengatasi permasalahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Kepala Balai Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kuncoro Hadi Purnomo mengakui jika manajemen sampah melalui pemampatan sampah menggunakan alat berat dan menimbunnya dengan tanah atau teknik sanitary landfill yang selama ini dilakukan, sebenarnya hanya menunda masalah. 

"Oleh karena itu, pemerintah DIY akan meninggalkan tehnik tersebut dan mengganti dengan yang lain," tuturnya belum lama ini.

Baca Lainnya : DLH Kota Yogyakarta Genjot Produksi Kompos Guna Kurangi Volume Sampah

Ada beberapa alternatif manajemen pengelolaan sampah di TPST Piyungan. Alternatif pertama adalah menutupi sampah dengan membran tertentu untuk menangkap gas metana yang terkandung di dalamnya. 

Gas metana tersebut nanti akan dimanfaatkan sebagai energi alternatif baik untuk pengganti gas elpiji ataupun untuk pembangkit listrik. Namun teknik ini dianggap memiliki kelemahan karena usai diambil gas metananya maka masih ada PR mau dikemanakan sampah sisanya.

Oleh karena itu, pemerintah DIY telah memutuskan untuk mengambil teknologi RDF (Refused Derived Fuel). RDF adalah teknologi mengubah sampah menjadi briket layaknya batu bara. 

Briket dari sampah ini nantinya bisa menjadi alternatif energi untuk pembakaran. Melalui teknologi ini, seluruh sampah bisa dirubah menjadi briket.

Baca Lainnya : Studi Terbaru Ungkap Cara Praktis Daur Ulang Sampah Plastik Kemasan

"Tak hanya sampah baru, bahkan sampah-sampah lama yang sudah tertimbun tanah bisa diolah dengan tehnologi RDF," paparnya.

Untuk kepentingan tersebut, pemerintah akan menerapkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pemerintah DIY kini tengah berusaha merampungkan skema KPBU yang akan diterapkan dalam pengelolaan TPST Piyungan. Dan targetnya skema KPBU tersebut akan dilempar ke pasar pada bulan Maret ataupun April untuk mendapatkan investor.

Setelah mendapatkan investor maka proses selanjutnya adalah persiapan dan pembangunan infrastruktur penunjang operasional manajemen sampah terbaru tersebut. Pemerintah DIY menargetkan pengelolaan sampah dengan tehnik RDF ini sudah bisa dimulai tahun 2021 mendatang. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

19 Okt 2020
19 Okt 2020
15 Okt 2020