trubus.id
Peristiwa » Seminggu Terakhir, Gunung Merapi Semburkan Awan da...
Seminggu Terakhir, Gunung Merapi Semburkan Awan dan Asap Tebal

Seminggu Terakhir, Gunung Merapi Semburkan Awan dan Asap Tebal

Astri Sofyanti - Sabtu, 09 Feb 2019 12:00 WIB

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan jika aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Bahkan, seminggu terakhir ini, dari tanggal 1 hingga 7 Februari, Gunung Merapi terus mengeluarkan semburan awan panas hingga asap tebal.

“Asap teramati berwarna putih tebal dengan tekanan gas lemah tinggi, maksimum 150 meter, teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 3 Februari,” kata Hanik Humaida, Kepala BPPTKG di Kaliurang, Sabtu (9/2).

Namun, berdasarkan analisis foto, sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi. Volume kubah lava relatif tetap, tidak berubah dari pekan sebelumnya. Sebagian besar ekstrusi lava yang terjadi, langsung gugur ke hulu Kali Gendol.

Baca Lainnya : Tiga Jalur Evakuasi Disiapkan Guna Mengantisipasi Erupsi Gunung Merapi 

“Pada 7 Februari, teramati awan panas guguran ke arah Kali Gendol. Awan panas guguran terjadi pada pukul 18.28 WIB dengan jarak luncur dua kilometer, amplitudo 70 milimeter dan durasi 215 detik,” lanjutnya.

Seminggu terakhir, kegempaan Gunung Merapi tercatat satu kali gempa awan panas (PF), 25 kali gempa hembusan (DG), dua kali gempa vulkanik dangkal (VTB), empat kali gempa fase banyak dalam (MP), 377 kali gempa guguran (RF), 11 kali gempa low frequency (LF) dan tujuh kali gempa tektonik (TT).

“Pekan ini, intensitas kegempaan lebih tinggi dari sebelumnya,” jelas menambahkan.

Baca Lainnya : Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Ancam Warga

Walau kubah lava dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan relatif rendah, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Oleh karena itu, status Gunung Merapi ditetapkan menjadi waspada. Maka, radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi tidak boleh ada aktivitas penduduk dan juga pendakian.

“Lantaran beberapa kali awan panas dengan jarak luncur semakin besar kerap terjadi, masyarakat di sekitar alur Kali Gendol agar meningkatkan kewaspadaan. Guguran lava dan awan panas berpotensi menimbulkan hujan abu,” pungkasnya. [DF]

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020