trubus.id
Tips Menghasilkan Buah Naga Berkualitas

Tips Menghasilkan Buah Naga Berkualitas

Thomas Aquinus - Kamis, 24 Jan 2019 09:00 WIB

Trubus.id -- Buah naga salah satu buah yang memiliki manfaat banyak bagi kesehatan. Buah ini merupakan buah dari salah satu jenis kaktus yang memiliki bunga indah serta rasa yang manis dan menyegarkan. 

Sebagian masyarakat menilai saat ini kualitas buah naga semakin menurun. Di Jalan AR Hakim, Kota Medan, seorang warga bernama Evalisa, yang membeli buah naga mengatakan, saat ini rasanya berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Kalau dulu buah naga memiliki rasa yang manis dan menyegarkan. Anak saya sangat menyukai, memakan langsung maupun dicampur dengan es krim," katanya, Rabu (23/1).

Evalisa mengaku, sering membuat jus buah naga, baik warna merah maupun putih. Keluarganya lebih menyukai yang merah karena lebih manis dan mencolok, sehingga menarik dipandang.

Baca Lainnya : Produk Buah dari Daerah Tertinggal Unjuk Gigi di Asian Games 2018

"Sekarang rasanya tidak seperti dulu, saya enggak tahu kenapa, ya," ucapnya. 

Penjual buah di Pasar Sukaramai, Erni mengatakan, untuk saat ini buah naga masih banyak peminatnya. Dibandingkan beberapa tahun lalu, penjualan buah naga saat ini memang tidak mengalami kenaikan. 

"Karena dulu orang baru kenal, dan banyak yang penasaran, makanya banyak yang beli dan nyari, sekarang biasa aja," ungkapnya.

Erni menyebut, ada beberapa pembeli pernah mengatakan kepadanya rasa buah naga tidak lagi seperti dulu. Erni sebagai pedagang mengaku tidak mengerti penyebabnya. Sebab dirinya hanya menerima barang dari pemasok dan menjualnya.

"Memang enggak banyak yang nanyak begitu. Katanya rasanya berkurang. Tapi saya jual enggak pernah sisa, selalu habis, bingung juga," ungkapnya.

Baca Lainnya : KADIN Jabar Ingin Akuaponik Dijadikan Sebuah Industri

Kepala UPTD Benih Induk Hortikultura Sumatera Utara, Baharuddin Siregar menjelaskan, berkurangnya rasa buah naga bisa jadi karena dipanen sebelum waktunya. Hal ini dapat memengaruhi kualitas buah.

"Sebab, tingkat kematangan belum cukup sudah dipetik kemudian diperam, akan sangat berbeda hasilnya jika pemanenan dilakukan ketika memang sudah waktunya," jelas Baharuddin.

Baharuddin menerangkan, pihaknya sedang mengembangkan 300 tegakan buah naga hibrida. Tiap tegakan terdiri 3 batang tanaman buah naga. Pemanenan dilakukan tidak terburu-buru sehingga rasa tetap terjaga. 

"Tanaman buah naga yang dikembangkan berbeda. Tidak perlu dikawinkan tapi tetap bisa berbuah. Kuncinya, jangan panen sebelum waktunya. Biarkan secara alami, tetap matang di lahan," terangnya. [NN]
 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020