trubus.id
Terkait Dugaan Limbah B3 di Sunter, DLH DKI Akui Kekurangan SDM

Terkait Dugaan Limbah B3 di Sunter, DLH DKI Akui Kekurangan SDM

Thomas Aquinus - Selasa, 08 Jan 2019 07:30 WIB

Trubus.id -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengakui kesulitan dalam mengawasi secara langsung perusahaan di Jakarta yang menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Seperti yang terkait pengawasan pasir beracun di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) di DLH DKI menjadi penyebab kesulitan melakukan pengawasan langsung.

Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH DKI Jakarta Agung Pujo Winarko mengungkapkan, pengawasan secara langsung ke perusahaan penghasil limbah B3 hanya bisa dilakukan oleh petugas khusus yang disebut Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH). Jumlah perusahaan penghasil limbah jumlahnya sangat banyak sekitar puluhan ribu perusahaan, sementara jumlah petugas sangatlah dikit.

"Hampir semua perusahaan menghasilkan limbah B3. Sementara, petugas PPLH di Jakarta kurang lebih dibawah dari 10 orang," ujar Agung, Senin (7/1).

Baca Lainnya : Aktivis Desak Pemprov DKI Serius Tangani Limbah B3 di Marunda

Dikatakannya, ada dua bentuk pengawasan yang dilakukan, yaitu pengawasan pasif melalui laporan dan pengawasan aktif dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi perusahaan.Khusus untuk pengawasan aktif, DLH DKI lebih mengutamakan mendatangi perusahaan penghasil limbah B3 terbesar.

"Kita bisa menganalisa dari laporan-laporan yang masuk, lalu akan dicek mana sekiranya yang potensi menghasilkan limbahnya lebih besar. Nanti baru ditinjau langsung," terang Agung.

Direncanakan pada tahun ini Pemprov DKI akan menambah jumlah petugas PPLH untuk membantu pengawasan aktif di lapangan. Agung mengungkapkan, dibutuhkan banyak orang berkemampuan khusus untuk memantau perusahaan agar berjalan sesuai aturan.

"Iya, butuh orang banyak dan berkemampuan khusus. Tahun ini sih katanya akan nambah banyak," kata Agung. [NN]

 

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020