trubus.id
Pasca Tsunami, Pemprov Banten Targetkan Sektor Wisata Pulih dalam 3 Bulan

Pasca Tsunami, Pemprov Banten Targetkan Sektor Wisata Pulih dalam 3 Bulan

Astri Sofyanti - Rabu, 02 Jan 2019 17:30 WIB

Trubus.id -- Usai diterjang gelombang tsunami akibat longsoran bawah laut di lereng Gunung Anak Krakatau 22 Desember lalu, sektor pariwisata di Provinsi Banten sempat terganggu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyanti mengungkapkan, banyak para pelaku industri pariwisata di lokasi terdampak yang mengalami kerugian pasca bencana. Namun demikian, pihaknya menargetkan sektor wisata di wilayah tersebut akan pulih dalam waktu tiga bulan ke depan.

"Kemarin kita rapat dengan Pak Menteri Pariwisata, Arief Yahya ketika kunjungan ke tempat dampak tsunami, kita targetkan tiga bulan sudah pulih," ujar Eneng di Banten, Rabu (2/1).

Baca Lainnya : Jokowi Tawarkan Opsi Relokasi ke Warga Terdampak Tsunami di Lampung Selatan

Untuk mempercepat pemulihan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan sejumalah strategi untuk merevitalisasi pariwisata yang terdampak tsunami untuk kembali seperti semua.

Dikatakan Eneng, sejumlah strategi yang tengah dipersiapkan antara lain yang pertama adalah dengan melakukan pemulihan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku industri pariwisata. Hal ini dilakukan untuk mengurangi trauma bagi para pengusaha dan pekerja pariwisata usai bencana.

"Kami di Januari pertengahan akan mengadakan rapat koordinasi untuk mempercepat tadi, dalam konteks recovery untuk SDM pegiat wisata," ujarnya lagi.

Langkah kedua, Pemprov Banten akan melakukan pemulihan destinasi berbagai tempat wisata. Saat ini pihaknya masih mengidentifikasi kerusakan bangunan dan fasilitas di objek wisata di kawasan pesisir pantai barat Banten.

Baca Lainnya : Usai Tsunami, Pariwisata di Banten Mati Suri 

"Karena ini masih masa tanggap darurat sampai tanggal 9 Januari, kita harus tunggu sampai tanggap darurat usai. Untuk saat ini kami sedang mendata 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) wilayah (wisata) terdampak," sambungnya.

Langkah ketiga adalah pemulihan pemasaran. Tujuannya, agar masyarakat kembali menaruh kepercayaan untuk kembali berwisata ke pantai barat Banten.

Lebih lanjut dikatakan Eneng, salah satu caranya, pemerintah akan menggelar berbagai event besar yang direncanakan akan digelar pada bulan Februari-Maret 2019 mendatang.

"Jadi kegiatan-kegiatan pemerintah, event atau pertemuan, bisa bertahap dilakukan di lokasi-lokasi terdampak, agar masyarakat bisa percaya kembali, dan industri pariwisatata kembali menggiatkan ekonominya," ujar Eneng menambahkan.

Baca Lainnya : Bina Swadaya Berikan Bantuan Kepada Korban Tsunami Pandeglang

Meski demikian, pihaknya enggan membeberkan kerugian ekonomi yang dirasakan oleh industri pariwisata Banten akibat bencana tsunami Selat Sunda. Pihaknya hanya akan memastikan Pemprov Banten bekerja dengan maksimal untuk merevitalisasi sektor wisata di kawasan Banten agar menggeliat kembali.

Sebelumnya, tsunami menerjang Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) malam. Itu terjadi setelah kepundan Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare (ha) longsor ke Selat Sunda.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 31 Desember 2018, 437 orang meninggal dunia, 14.059 orang mengalami luka-luka, dan 33.721 orang mengungsi akibat kejadian itu. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020