trubus.id
Pasar Gelap Hong Kong Antarkan Penyu Koin Emas ke Jurang Kepunahan 

Pasar Gelap Hong Kong Antarkan Penyu Koin Emas ke Jurang Kepunahan 

Ayu Setyowati - Jumat, 28 Des 2018 16:44 WIB

Trubus.id -- Hanya ada satu tempat tersisa di Bumi di mana spesies penyu air tawar yang sangat terancam punah diketahui bertahan hidup di alam liar: Hong Kong. Namun pemburu liar menangkap reptil ini untuk dijual sebagai hewan peliharaan, makanan, atau digunakan dalam pengobatan tradisional China.

Penyu koin emas (Cuora trifasciata) adalah hewan asli yang sangat langka sehingga hampir tidak mungkin untuk melihatnya di alam liar. Perangkap penyu, di sisi lain, dapat dengan mudah ditemukan.

Penyu koin emas memiliki rona kuning khusus di kepalanya, dan tiga garis hitam di kulitnya. Ini adalah sejenis kura-kura kotak. Hewan ini bisa mengunci anggota tubuhnya dan masuk ke dalam cangkangnya untuk melindungi diri dari pemangsa. Tapi hal ini tetap tidak bisa melindunginya dari pemburu manusia.

Perangkap

Para peneliti yang didukung oleh Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi pemerintah Hong Kong secara teratur mencari taman-taman pedesaan yang luas di kota itu untuk membersihkan perangkap.

"Dari pengamatan, tampaknya perangkap ilegal telah menurun," kata Yik Hei Sung, seorang ekolog dan asisten profesor riset di School of Biological Sciences di Hong Kong University. "Namun, survei baru-baru ini menunjukkan bahwa pada waktu tertentu aktivitas penjebak penyu benar-benar tinggi. Ada kemungkinan jebakan yang canggih sangat aktif di beberapa tempat."

Baca Lainnya:  Sempat Dikira Punah, Katak Bertanduk Ini Muncul Lagi di Ekuador

Semua kura-kura liar dilindungi oleh hukum. Para peneliti memperingatkan pemerintah ketika mereka menemukan jebakan. Berburu binatang liar dapat dihukum satu tahun penjara dan denda hingga US$13.000 (100.000 HKD) atau setara dengan Rp189 juta. 

Penyu koin emas terdaftar di bawah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah, sebuah daftar global. Pemerintah Hong Kong mengatakan siapa pun yang memiliki spesies langka ini harus menghadapi denda maksimum US$1,3 juta (10 juta HKD) dan 10 tahun penjara.

Namun, dalam tiga tahun terakhir hanya satu orang yang didenda dengan jumlah yang relatif kecil yaitu US$1.500, setelah ditangkap dengan peralatan berburu makhluk liar - termasuk kura-kura. Tidak ada yang dituntut atas penyu koin emas dalam beberapa tahun terakhir.

Karena nilainya sebagai hewan peliharaan atau untuk tujuan lain, kura-kura langka  yang mirip koin emas ini dibudidayakan di peternakan di Tiongkok. Orang biasa dimungkinkan memiliki kura-kura liar dengan lisensi khusus di Hong Kong.

Namun, para ahli mengatakan, hal  ini memberikan celah penyu koin emas liar bisa diperdagangkan di pasar.  Harga bervariasi, tetapi peternak kura-kura dapat menjual kura-kura koin emas hingga lebih dari US$10.000 secara daring.

Program pembiakan 

Kelangsungan hidup sebagian besar spesies penyu berada di bawah ancaman di China, di mana banyak yang ditangkap untuk memenuhi permintaan pasar obat, hewan peliharaan dan makanan.

Penyu koin emas semi-akuatik dulu ditemukan di Cina selatan, Vietnam, dan Laos. Setelah para konservasionis menyadari bahwa ia telah menghilang dari alam liar, Perkebunan Kadoorie dan Kebun Botani di Hong Kong memulai program pembiakan.

Baca Lainnya: Kisah Romeo, Si Katak Air yang Paling Kesepian di Dunia  

"Spesies ini berada di ambang kepunahan liar, hampir habis. Satu-satunya tempat di planet ini yang kita punya bukti baru-baru ini bahwa mereka berkembang biak di alam liar di Hong Kong." Sementara Hong Kong terkenal sebagai kota metropolitan yang penuh dengan pencakar langit, sekitar 40 persen wilayah kota ini adalah tanah taman negara yang dilindungi. Hutan dan aliran sungai yang rimbun di taman ini ideal untuk penyu koin emas - tetapi juga mudah diakses oleh pemburu liar.

Sementara program pembiakan dapat menyelamatkan kura-kura koin emas dari kepunahan untuk saat ini, para peneliti memperingatkan bahwa kecuali hukum itu ditegakkan dengan lebih baik, ia bisa mati di habitat asli terakhir dalam hitungan tahun.

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020