trubus.id
Peristiwa » Konflik Manusia dan Hewan, Ubah Desa Ini Jadi Maka...
Konflik Manusia dan Hewan, Ubah Desa Ini Jadi Makam Gajah Massal

Konflik Manusia dan Hewan, Ubah Desa Ini Jadi Makam Gajah Massal

Karmin Winarta - Senin, 17 Des 2018 11:30 WIB

Trubus.id -- Konflik manusia dan hewan di Odisha, India menelan banyak korban. Tidak hanya manusia yang kehilangan nyawa dan harta benda, namun juga mengakibatkan kematian gajah-gajah di sekitar wilayah tersebut.  

Gajah-gajah liar dari kawasan hutan yang bergerak menuju permukiman penduduk adalah ancaman besar yang membahayakan nyawa manusia dan juga hewan herkulit tebal ini.

Odishatv.in menulis, para gajah yang berasal dari hutan menyerang wilayah Bonai dan Panposh Sundrari dan daerah-daerah Dunguripalli, Kantabanji Range di Kalahandi dan seluruh negara bagian.  

"Ini pertama kalinya dua belas gajah menyeberangi dan memicu kepanikan di daerah kami," kata penduduk Bonai.

Baca Lainnya: 2018, Konflik Manusia dengan Satwa Liar di Riau Meningkat Tajam

Serangan gajah ini membuat para petani cemas. Selama masa panen padi, gajah liar yang datang meningkat dua kali lipat. Namun bagi para pemburu liar, kondisi ini sangat ditunggu karena mereka bisa memasang perangkap dan menangkap gajah-gajah itu lalu diselundupkan.  

Untuk mengatasi serbuan gajah liar ini, penduduk di Rajanagar menggunakan bahan peledak. Menurut sebuah sumber, sekitar 65 gajah mati dalam sembilan bulan terakhir. Dalam 8 tahun terakhir lebih dari 600 gajah telah mati di negara bagian karena perburuan, tersengat listrik maupun kecelakaan.

Baca Lainnya: Siklus Jelajah Terganggu, Invasi Gajah di Riau Makin Tak Menentu

Selain puluhan gajah mati, konflik ini juga memakan korban manusia. Sebanyak 570 orang kehilangan nyawa antara tahun 2011-2012 dan 2017-18. Wildlife Society of India melaporkan sebanyak 618 gajah juga mati dalam periode yanf sama. Selain itu sekitar 7984 rumah hancur dan 11.500 hektar tanaman musnah.

Konflik ini telah menjadi perhatian para pelestari satwa liar. Departemen Kehutanan optimis bisa meminimalkan permusuhan antara manusia dan gajah yang telah berlangsung lama.

Ahli satwa liar, Bijay Ketan Patnaik mengatakan, “Orang-orang harus belajar bagaimana menghindari konflik dengan gajah dan untuk itu mereka tidak boleh menumbuhkan budidaya yang menarik gajah di dekat hutan.”

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020