trubus.id
Kementan Klaim Status Ketahanan Pangan 177 Kabupaten Naik

Kementan Klaim Status Ketahanan Pangan 177 Kabupaten Naik

Binsar Marulitua - Kamis, 13 Des 2018 16:30 WIB

Trubus.id -- Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan, terdapat peningkatan status ketahanan pangan di 177 kabupaten. Kabupaten rentan pangan yang naik peringkat sebanyak 75 kabupaten (19%). Sedangkan, kabupaten tahan pangan yang naik peringkat sebanyak 102 kabupaten (26%).

"Ini capaian luar biasa yang harus terus kita tingkatkan melalui berbagai program untuk meningkatkan ketahanan pangan wilayah," kata Agung dalam sosialisasi FSVA di Kantor BKP, Rabu (12/12).

Menurut Agung, catatan tersebut berdasarkan  Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) 2018.  Ketersediaan informasi ketahanan pangan yang akurat, komprehensif, dan tertata dengan baik sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan dan  penanganan kerawanan pangan dan gizi. Informasi tersebut diwujudkan dalam bentuk Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA.

Baca Lainnya: Hindari Gagal Panen Padi Saat Kemarau, Petani Ngawi Beralih Tanam Melon

FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis berdasarkan hasil analisis data indikator  kerentanan terhadap kerawanan pangan. BKP Kementan telah menerbitkan peta tersebut sejak 2005, dengan tujuan untuk menyediakan informasi situasi ketahanan pangan secara terintegrasi sekaligus menjadi alat kesiapsiagaan terhadap situasi kerentanan rawan pangan.

Peta ini, ditambahkan Agung menggambarkan  wilayah mana saja yang kondisinya sangat rentan mengalami rawan pangan, dengan warna merah tua hingga warna hijau tua untuk wilayah yang paling tahan pangan. Status ketahanan pangan  dikelompokkan dalam enam kelompok warna : tiga warna merah untuk menandakan daerah yang rentan rawan pangan, dan tiga warna hijau untuk daerah-daerah yang tahan pangan sesuai dengan tingkatnya.

Baca Lainnya: Teknologi Ini Mampu Tingkatkan Produktivitas Padi Saat Kemarau

Ia  menjelaskan, FSVA dapat memberikan rekomendasi kepada pembuat keputusan dalam penyusunan kebijakan dan program intervensi,  baik di tingkat pusat dan daerah dengan melihat indikator utama yang menjadi pemicu terjadinya kerentanan terhadap kerawanan pangan.

“BKP memanfaatkan FSVA sebagai salah satu rujukan dalam menetapkan lokasi program Pengembangan Korporasi Usahatani (PKU), Kawasan Mandiri Pangan (KMP) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)," ujar Agung.

Peta FSVA juga digunakan sebagai rujukan penanganan program oleh Bappenas, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah. Sosialisasi FSVA dihadiri oleh Tim FSVA Nasional, Pejabat lingkup Badan Ketahanan Pangan serta Petugas yang menangani ketahanan pangan di tingkat Provinsi.

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

07 Sep 2020
31 Agu 2020
28 Agu 2020