trubus.id
Banjir dan Longsor Pacitan Tewaskan 4 Warga dan 236 Mengungsi

Banjir dan Longsor Pacitan Tewaskan 4 Warga dan 236 Mengungsi

Thomas Aquinus - Sabtu, 08 Des 2018 17:00 WIB

Trubus.id -- Hujan lebat yang melanda wilayah Pacitan Provinsi Jawa Timur, Jumat (7/12) menyebabkan banjir dan longsor. Empat orang warga di Desa Sidomulyo, Pacitan, Jawa Timur dilaporkan belum ditemukan karena tertimbun material longsor yang menimpa kampung tersebut. Banjir juga memaksa 236 warga mengungsi ketempat yang lebih aman.

Keempat warga yang merupakan satu keluarga yang dilaporkan hilang adalah Mesgiman dan istrinya yang bernama Sogirah, Inem serta Bogiyem (mertua Mesgiman).

Berdasarkan informasi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, BPBD Pacitan menjadi komando untuk melakukan upaya darurat bersama TNI, Polri, Basarnas, Babinsa Babinkamtibmas, Tagana, Dinkes, Dinsos, Banser, potensi SAR dan relawan untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir dan longsor. Lebih dari 200 personil terlibat penanganan.

Penanganan korban bencana longsor di Pacitan (Foto: Dok BNPB)

Informasi dari warga maupun Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Sabtu (8/12) pagi, mengatakan, upaya evakuasi sempat dilakukan, namun kondisi tanah dan material longsor yang masih labil memaksa warga dan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri warga dan relawan untuk menghentikan pencarian sementara.

"Tim gabungan penanggulangan bencana bersama relawan pagi tadi sudah tiba di lokasi dan mencoba memanggil para korban dari luar (rumah) namun tidak ada jawaban. Tim juga sudah mencoba masuk, tapi karena tanah masih labil dan terus bergerak, upaya evakuasi sementara dihentikan," ungkap Aristoteles. 

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan juga menyebabkan bencana di beberapa titik. Selain longsor di Desa Sidomulyo, banjir juga menggenangi wilayah Kebonagung dan menutup jalan lintas selatan (JLS) di Kebonagung.

Baca Lainnya : Apa itu Fenomena Puting Beliung, Begini Kata BMKG

Adapun wilayah terdampak meliputi Dusun Jelok, Desa Kayen, Kec. Kebonagung dengan pengungsi di rumah warga (217 Jiwa). Dusun Wetih, Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, pengungsi di Rumah Warga (4 Jiwa). Dusun Krajan, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, pengungsi di Rumah Warga (3 Jiwa), dan Dusun Jambu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, pengungsi di Balai Desa Sidomulyo (12 Jiwa).

Selain itu, Puskesmas di Kebonagung juga terkena dampak banjiryang membuat pasien harus dievakuasi menuju RSUD dr Darsono Pacitan. Banjir ini juga terjadi akibat luapan tanggul jebol di Sungai Jelok. 

Baca Lainnya : BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Buruk di Lampung

Bupati Pacitan Indartato mengungkapkan pihaknya memastikan, melalui dinas terkait akan melakukan pembenahan tanggul jebol di Sungai Jelok.

"Kami bersama jajaran OPD terkait, khususnya BPBD sudah terjun ke lokasi guna membantu proses evakuasi warga yang terisolir banjir. Nanti kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk secepatnya membenahi tanggul yang jebol dari anak Sungai Grindullu ini," ujar Indartato. [NN]

Editor : Thomas Aquinus

Berita Terkait

06 Juli 2020
06 Juli 2020
06 Juli 2020