trubus.id
Agar Jakarta Tetap Bebas Rabies, Ratusan Kucing di Jaktim Dikebiri

Agar Jakarta Tetap Bebas Rabies, Ratusan Kucing di Jaktim Dikebiri

Syahroni - Kamis, 15 Nov 2018 21:30 WIB

Trubus.id -- Sudah cukup lama wilayah DKI Jakarta terbebas dari penyebaran penyakit rabies. Untuk itu, agar Ibu Kota tetap terbebas dari penyakit yang disebabkan gigitan hewan ini, berbagai program dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Salah satu langkah yang belum lama ini dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Kota Jakarta Timur adalah dengan mengebiri ratusan kucing di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Peternakan Sudin KPKP, Irma Budiarti mengatakan, langkah mengebiri kucing ini merupakan salah satu upaya mempertahankan program Jakarta bebas rabies. Kegiatan lainnya adalah penyuntikan vaksin rutin, penangkapan kucing dan anjing liar, dan kastrasi yang dilakukan dua kali dalam setahun.

Baca Lainnya : Tragis, Turis Inggris Tewas Setelah Tertular Rabies di Maroko

Kegiatan ini sendiri digelar Rabu (13/11) kemarin di aula kantor Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam kegiatan itu, total ada 137 kucing jangan berpemilik yang diperiksa. Namun ada 5 kucing yang sakit sehingga hanya 132 kucing jantan yang dikastrasi.

"Kita menekan populasi, bukan kurangi rabies. Kucing kan termasuk hewan berdarah panas yang bisa menularkan rabies. Jadi diharapkan dengan berkurangnya kucing itu, jadi dia nggak sembarangan, lalu dipelihara dengan baik sama orang-orang itu. Jadi populasi nggak begitu banyak jadi diharapkan penyakit rabies itu bisa berkurang," kata Irma, Kamis (15/11).

Irma lalu menjelaskan bagaimana cepatnya pertambahan jumlah kucing. Dia menyebut seekor kucing bisa beranak hingga 3 kali setahun. "Biasanya beranak paling sedikit 4 ekor, sudah 12 ekor itu baru 1 kucing," ungkapnya.

Saat ini, Sudin KPKP lebih fokus mengebiri kucing daripada anjing. Itu karena populasi kucing lebih cepat meledak dibandingkan anjing. "Anjing populasinya tidak meledak sebanyak kucing. Kita fokus kucing karena memang banyak sekali," ucap Irma.

Baca Lainnya : Petugas Razia Hewan Penyebar Rabies di GBK Selama Asian Games Berlangsung

Irma mengakui, saat ini belum ada rencana dari pihaknya untuk mengadakan program kebiri anjing. Alasannya, proses pengebirian anjing lebih sulit dan memakan biaya lebih banyak. 

"Kalau anjing itu kita menghandlenya agak repot. Nanti pasti ada kalau anjing. Kalau anjing itu obat biusnya banyak banget dan mahal banget," ungkapnya. 

Irma mengatakan pertambahan populasi anjing juga tidak secepat kucing. Oleh sebab itu, pihaknya sementara ini fokus untuk mengebiri kucing jantan berpemilik. [RN]

Editor : Syahroni

Berita Terkait

26 Okt 2020
19 Okt 2020
19 Okt 2020