trubus.id
BKSDAE Jakarta Mendata Puluhan Burung Dilindungi di Ajang Presiden Cup V

BKSDAE Jakarta Mendata Puluhan Burung Dilindungi di Ajang Presiden Cup V

Syahroni - Senin, 29 Okt 2018 20:00 WIB

Trubus.id -- Beberapa waktu lalu, beberapa burung berkicau dikeluarkan dari daftar satwa dilindungi. Namun demikian, masih ada beberapa burung berkicau lain yang masuk dalam daftar satwa dilindungi di Permen LHK Nomor 20 Tahun 2018 yang kemudian dirubah dengan dikeluarkannya Permen LHK Nomor P.92/MENLHK/SEKJEN/KUM.1/8/2018 tentang pencabutan status lima jenis burung dari daftar satwa dilindungi. 

Lima jenis burung yang dikeluarkan adalah cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus), jalak suren (Gracupica jalla), kucica hutan atau murai batu (Kittacincla malabarica), anis-bentet kecil (Colluricincla megarhyncha), dan anis-bentet sangihe (Coracornis sanghirensis).

Terkait kondisi itu Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BKSDAE), terus berupaya melakukan pendataan terhadap pemilik burung berkicau yang masuk daftar dilindungi di Permen P 92 iru. Salah satu upaya yang dilakukan BKSDAE Jakarta di antaranya adalah dengan membuka stand pendataan di berbagai even lomba burung berkicau.

Di ajang lomba burung berkicau Presiden CUP V yang digelar di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/10) kemarin, hal yang sama pun dilakukan. Petugas BKSDAE Jakarta membuka stand khusus untuk para kicau mania yang ingin mendata burung milik mereka, khususnya yang masuk dalam daftar satwa dilindungi.

Trustiadi SH, Msi, petugas BKSDAE Jakarta mengatakan, langkah pendataan ini akan dilakukan BKSDAE selama 2 tahun kedepan. Jika dalam batas waktu yang ditentukan pemilik burung dilindungi tidak melakukan pendataan, baru penindakan dilakukan.

"2 tahun ini sebenarnya sosialisasi Permen LHK Nomor 20 tahun 2018 yang dirubah jadi permen P 92. Kita terus sosialisasi 2 tahun ini. Nanti setelahnya, baru ada penindakan. Sebagai law inforcement," jelasnya di stand BKSDAE Jakarta ketika even lomba burung berkicau Presiden Cup V digelar, Minggu (28/10) petang.

Ia menambahkan, antusias pemilik burung cukup tinggi terkait pendataan ini. Di stand BKSDAE Jakarta sendiri, pihaknya hanya melayani pendataan burung yang masuk daftar satwa dilindungi yang dimiliki warga Jakarta, Bekasi dan Tangerang saja.

"Untuk yang dari daerah lain, pendataan bisa dilakukan di kantor BKSDAE setempat," terangnya.

Sementara itu, Alfian, petugas BKSDAE Jakarta lainnya memaparkan, dalam gelaran Presiden Cup V kali ini, pihaknya berhasil mendata 36 burung milik kicau mania yang masuk daftar satwa dilindungi. Sementara untuk pengajuan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN), ada 19 pemohon.

"Ada 36 masyarakat yang mendata burungnya ke sini. Kebanyakan sih burung cucak hijau yang masuk daftar dilindungi. Kalau pleci sih tadi ada beberapa. Tapi memang pleci ada berbagai jenis yang dilombakan. Dan tidak semuanya masuk daftar dilindungi," terangnya kepada Trubus.id. [RN] 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

12 Jan 2021
24 Des 2020
21 Des 2020