trubus.id
BNPB: Hoax Bencana Dirancang Jatuhkan Pariwisata Indonesia

BNPB: Hoax Bencana Dirancang Jatuhkan Pariwisata Indonesia

Binsar Marulitua - Sabtu, 27 Okt 2018 15:00 WIB

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, sejak rentetan bencana pada tahun 2018, isu hoax banyak bermunculan di jejaring sosial. Tidak hanya bermuatan politis dari orang yang tidak bertanggungjawab, hoax juga ditujukan untuk menyerang sektor pariwisata Indonesia. 

"Jadi selain muatan politis, hoax tujuan lainnya adalah ada upaya yang sangat sistematis menjatuhkan pariwisata Indonesia," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (26/10) kemarin.

Baca Lainnya : BMKG: Hoax,  Semua Prediksi Kapan Terjadinya Gempa 

Sutopo mencontohkan, saat Gunung Agung di Bali baru menunjukan indikasi awal erupsi pada Juni 2018 silam, Isu hoax sudah menyebar di jejaring sosial berupa video seolah gunung tersebut sudah meletus dan terkesan membuat citra pembiaran oleh pemerintah Indonesia. dampaknya, ribuan turis pergi meninggalkan kota pariwisata seribu pura tersebut.

Video tersebut beredar dan mendapat tanggapan dari sejumlah netizen luar negeri walaupun ditulis dengan 'caption' bahasa Indonesia tetapi gambar peristiwa diambil dari ledakan Gunung Sinabung di Sumatera Utara (Sumut) dan dari Gunung Kilauea, di Kepulauan Hawai.

"Anehnya video tersebut bisa tertulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang tersusun rapih seperti bahasa keseharian. Tetapi setelah diselidiki pengguna akun bukan orang Indonesia dan memang berbisnis pariwisata seperti dari negara China, Thailand, Singapura,dan lain-lain," Jelas Sutopo.

Baca Lainnya : BMKG Pastikan Gempa Susulan 6,9 SR di Lombok Hoax

Ditambahkan Sutopo, hal serupa juga terjadi pada bencana gempa Lombok. Kala itu juga banyak beredar wacana, video akan terjadi gempa besar susulan dan tsunami menyerupai Tsunami di Aceh seperti pada tahun 2004. Wisatawan di Lombok, NTB pun panik dan eksodus besar-besaran.

"Setelah saya cek dan bertanya sendiri kepada wisatawan asing ternyata ada video hoax yang diunggah seolah terjadi tsunami besar di Lombok, padahal Video tersebut rekaman di Aceh, " tambah Sutopo.

Terhadap penyebaran hoax bencana, Sutopo meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya begitu saja terhadap informasi yang lalu lalang. Terlebih, selalu melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang masuk dan selalu mengacu pada informasi dari badan resmi maupun yang sudah direkomendaikan pemerintah. [RN]  

 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

20 Nov 2020
20 Nov 2020
17 Nov 2020