trubus.id
Life » Waspada, Permukaan Tanah di Malang Raya Sudah Turu...
Waspada, Permukaan Tanah di Malang Raya Sudah Turun Hingga 3 Meter

Waspada, Permukaan Tanah di Malang Raya Sudah Turun Hingga 3 Meter

Syahroni - Minggu, 14 Okt 2018 13:00 WIB

Trubus.id -- Hasil analisa yang dilakukan Grup Riset Geoinformatika, Fakultas Ilmu Komputer dari Universitas Brawijaya (Fikom UB) Malang, menunjukkan fakta mengejutkan. Diketahui, selama 3 tahun terakhir, permukaan tanah di wilayah Malang Raya mengalami penurunan hingga 3 meter.

Data ini sendiri didapat setelah mereka menganalisa pergerakan vertikal dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya berbasis data satelit radar (sentinel-1) milik Uni Eropa.

"Berdasarkan analisa tersebut, wilayah Malang Raya, Jawa Timur mengalami penurunan muka tanah yang signifikan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2015-2018)," ujar Ketua Grup Riset Geoinformatika Fikom UB Malang, Ramdani, Sabtu (13/10) kemarin.

Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan adalah data periode 3 tahun terakhir. Untuk mendapat informasi perubahan secara vertikal dari permukaan tanah, mereka menggunakan pendekatan Differensial Interfeogram Synthetic Aperture Radar (DinSAR).

Dijelaskan, untuk wilayah tengah dan utara Malang Raya memang tidak mengalami perubahan yang signifikan. Namun wilayah paling utara, seperti Surabaya dan Pulau Madura mengalami kenaikan muka tanah sekitar 30 sentimeter.

Sementara itu, aktivitas lempeng Australia yang terus bergerak mendorong ke arah utara menuju selatan Pulau Jawa bergerak sekitar 71 mm per tahun. Meski terlihat kecil, namun rupanya pergerakan ini berdampak besar pada permukaan muka tanah di wilayah Malang Raya.

Data ini sendiri bisa sangat berguna bagi masyarakat di wilayah Malang raya Selatan dan sekitarnya. Karena dengan data ini, mereka bisa mempertimbangkan struktur bangunan yang tahan terhadap perubahan penurunan muka tanah yang signifikan agar ketika bencana terjadi, kerugian materil maupun non materil dapat diminimalisasi.

Sementara itu untuk wilayah tengah dan utara Malang Raya juga perlu diperhatikan, terutama aspek lingkungannya. Sebab pertumbuhan yang tidak terkontrol bisa mendatangkan bencana seperti banjir dan longsor pada musim penghujan.

Apalagi menurut analisis sementara, selama 20 tahun terakhir Kota Malang dan Kota Batu tengah mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. 

"Edukasi terhadap literasi bencana juga perlu dilakukan secara terintegrasi. Dan semua pihak harus membebri kontribusi positif," tutup Ramdani. [RN]
 

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020