trubus.id
Masih Banyak Patahan  Aktif di Kawasan Sulawesi dan Lombok

Masih Banyak Patahan Aktif di Kawasan Sulawesi dan Lombok

Astri Sofyanti - Jumat, 12 Okt 2018 08:32 WIB

Trubus.id -- Masih Banyak Patahan Aktif di Kawasan Sulawesi dan Lombok. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo yang melanda Situbondo, Jawa Timur, tidak ada hubungannya dengan gempa yang berada di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Ini beda patahannya dengan gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah," kata Hubungan Masyarakat BMKG, Ririn kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/10).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, wilayah Indonesia merupakan zona pertemuan tiga lempeng tektonik yakni Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.

 "Dari pertemuan itu yang membuat rawan gempa," sambungnya.

Ririn mengungkapkan, berdasarkan alat pendeteksi gempa, masih banyak sesar (patahan kerak bumi) yang aktif di kawasan Sulawesi dan Lombok.

"Banyak sesar yang masih aktif, seperti di kawasan Sulawesi dan Lombok," ujarnya kembali.

Kabupaten Situbondo diguncang gempa dengan kekuatan 6,3 magnitudo pada Kamis dini hari kemarin. Gempa tidak berpotensi tsunami, tapi bencana ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta meluluhlantakkan ratusan bangunan.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Situbondo dan Sumenep selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa juga dirasakan warga selama 5 detik.

Sebelumnya Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juga memastikan bahwa gempa yang melanda Jawa Timur dan Bali sama sekali tak ada kaitannya dengan gempa bumi yang melanda Sulawesi Tengah (Sulteng).

Editor : Karmin Winarta

Berita Terkait

31 Mar 2020
31 Mar 2020
31 Mar 2020

Baca Juga

Berita Lainnya