trubus.id
Peristiwa » Dollar Naik, Harga Jual Kopi Ekspor Turun
Dollar Naik, Harga Jual Kopi Ekspor Turun

Dollar Naik, Harga Jual Kopi Ekspor Turun

Diah Fauziah - Jumat, 05 Okt 2018 18:30 WIB

Trubus.id -- Hingga Jumat (5/10), harga nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika melemah, mencapai Rp15.200. Lantas, apa pengaruh kenaikan dolar terhadap petani kopi di Kabupaten Tanggamus, Lampung?

"Sebenarnya tidak begitu berpengaruh karena harga jual kopi sama. Tidak ada perbedaan harga jual, sama saja seperti dolar masih Rp14 ribuan," kata Feri, petani kopi di Tanggamus, saat dihubungi Trubus.id melalui telepon, Jumat (5/10).

Karena itu, Feri mengaku bingung. Soalnya, kopi yang dijual Feri untuk produksi ekspor. Tapi, kenapa malah harganya stabil, tidak mengalami kenaikan sama sekali.

Baca Lainnya : Kebutuhan Kopi Melonjak, Pemerintah Dirikan Sekolah Kopi Indonesia

"Katanya, produksi kopi untuk keperluan ekspor. Tapi, kenapa harganya biasa saja, tidak naik? Harusnya kan ikutan naik, secara buat diekspor. Berbeda dengan tahun 1998, saat krisis moneter dulu, di mana harga jual kopi mengalami kenaikan hingga 100 persen," ucapnya.

Jenis kopi yang dijual Feri ialah robusta. Satu kilo kopi robusta yang dijual Feri ke eksportir dihargai Rp23 ribu.

"Waktu dolar masih Rp14 ribuan, satu kilogram kopi bisa mencapai Rp25 ribu. Dan sekarang turun jadi Rp23 ribu. Saya juga enggak tahu kenapa harga jual kopi untuk ekspor malah turun," ungkapnya.

Baca Lainnya : Bekraf Latih Peracik Kopi untuk Kuatkan Identitas Lokal

Oleh karena itu, Feri pun menjual kopi untuk pengusaha lokal di Surabaya.

"Anehnya, kopi yang saya jual ke Surabaya dihargai Rp24 ribu. Lebih tinggi seribu jika dijual ke pengusaha lokal dibandingkan ekspor," tuturnya.

Sejak tahun 2000, Feri sudah menjadi petani. Pada tahun 2007, ia mulai juga menjadi pengumpul kopi. Mengumpulkan kopi dari para petani kopi untuk kemudian dikirim ke eksportir yang memesannya. [DF]

 

Editor : Diah Fauziah

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020