trubus.id
Peristiwa » Usai DLH Pemkab Bogor Segel 4 Perusahaan, Hilir Su...
Usai DLH Pemkab Bogor Segel 4 Perusahaan, Hilir Sungai Cileungsi Jernih Kembali

Usai DLH Pemkab Bogor Segel 4 Perusahaan, Hilir Sungai Cileungsi Jernih Kembali

Syahroni - Rabu, 03 Okt 2018 21:30 WIB

Trubus.id -- Langkah tegas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor yang menyegel 4 perusahaan yang disinyalir membuang limbah tanpa proses pengolahan terlebih dahulu ke Sungai Cileungsi, berbuah manis. 

Usai penyegelan yang dilakukan petugas DLH Senin (1/10) kemarin, dampak pencemaran langsung dirasakan berkurang oleh warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Cileungsi. 

Menurut laporan beberapa warga yang diterima Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), air Sungai Bekasi di hilir Sungai Cileungsi, Rabu (3/10) pagi hingga sore kondisinya sudah jauh berubah dari beberapa waktu sebelumnya.

Baca Lainnya : Buang Limbah ke Sungai Cileungsi, 4 Perusahaan Disegel DLH Kab Bogor

"Yah, pagi tadi kami terima laporan kalau Sungai Bekasi di Perumahan Kemang IFI Graha, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, sudah jernih. Bening gitu. Bahkan katanya sudah mulai terlihat penampakan ikan yang sebelumnya menghilang saat tingkat pencemaran masih tinggi," ujar Ketua KP2C, Puarman ketika dihubungi Trubus.id, Rabu (3/10) malam.

Ia menambahkan, laporan kondisi Sungai Bekasi yang hari ini seakan bebas limbah itu tidak hanya datang dari kawasan Jatiasih saja. Banyak juga laporan yang masuk dari wilayah lain yang ada di sepanjang aliran Sungai Cileungsi hingga Sungai Bekasi. Laporan lainnya yang masuk berasal dari Bendungan Bekasi. Di lokasi ini, airnya juga nampak sangat jernih. 

Patut diketahui, KP2C sendiri memiliki 6.400 anggota yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Cikeas-Cileungsi. Seluruh anggota ini aktif melaporkan kondisi sungai tersebut setiap harinya.

"Laporan masuk 2 kali sehari. Setiap jam 8 pagi dan jam 4 sore. Alhamdulillah hari ini laporannya Sungai Bekasi sudah jernih. Karena itu KP2C dan seluruh masyarakat Bekasi dan Kabupaten Bogor yang tinggal di hilir Sungai Cikeas-Cileungsi sangat mengapresiasi langkah tegas DLH Kabupaten Bogor," terang Puarman lagi.

Baca Lainnya : KP2C: Pencemaran Sungai Cileungsi Sudah Sangat Parah dan Libatkan Banyak Industri

Pun demikian Puarman juga berharap, Pemkab Bogor juga membuat regulasi untuk mempermudah pelaporan dari masyarakat jika mereka menemukan adanya perusahaan yang membuang limbah tanpa diolah kepada pemerintah. Regulasi yang dibutuhkan itu disebutnya adalah kewajiban pemasangan papan nama perusahaan di bagian yang terlihat dari aliran sungai.

"Sesuai budaya masyarakat Indonesia, pembangunan selalu memunggungi aliran sungai. Kalau ada regulasi pemasangan nama perusahaan yang saluran pembuangannya mengarah langsung ke sungai kan jadi mempermudah pengawasan dari masyarakat. Jika masyarakat melakukan pemantauan dengan cara susur sungai, mereka tinggal mengambil bukti video jika menemukan saluran yang terindikasi membuang limbah tanpa diolah. Dan pemerintah juga menyediakan hotline untuk menerima laporan masyarakat tadi," terang Puarman lagi.

Dengan langkah tersebut Puarman optimis, masyarakat bisa lebih berperan aktif untuk membantu dalam hal pengawasan agar Sungai Cikeas-Cileungsi terbebas dari pencemaran limbah yang dihasilkan dari perusahaan-perusahaan yang berdiri di bantaran sungai tersebut. [RN]  

Editor : Syahroni

Berita Terkait

29 Jan 2021
12 Jan 2021
24 Des 2020